Tanaman Terdampak Banjir Masuk AUTP

128

PALAS – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peyuluh Pertanian Kecamatan Palas memastikan tanaman padi yang terdampak banjir telah tercover Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa ketika melakukan pemantauan lahan terdampak banjir di Desa Mekar Mulya, Rabu (7/4).
Agus mengatakan, tanaman padi yang terdampak banjir hingga saat ini semakin meluas. Hal ini disebabkan air Sungai Sekampung yang masih meluap.
“Banjir juga belum surut. Saat ini pendataan yang kami lakukan lahan persawahan yang terdampak banjir juga meluas, kerena air Sungai Sekampung masih pasang, meluap,” kata Agus memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, pada saat melakukan pemantauan.
Agus menyebutkan, hingga saat ini luas tanaman padi yang terdampak banjir di wilayah Palas telah mencapai 300 hektar yang tersebar di tiga desa. Diantaranya Desa Pulau Tengah seluas 175 hektar, Bandan Hurip 75 hektar, dan Desa Mekarmulya 50 hektar.
“ Total lahan yang sudah terendam banjir seluas 300 hektar. Namun semuanya belum ditanami, ada sekitar 50 hektar yang belum tanam di Desa Bandan Hurip dan Pulau Tengah,” jelasnya.
Meski begitu, sambung Agus, lahan yang terdampak banjir tersebut saat ini sudah terdaftar dalam asuransi AUTP.
“Semua tanaman padi yang terdampak saat ini sudah tercover dalam asuransi AUTP. Jika terjadi puso kerugiannya dapat diminimalisir,” sambungnya.
Sementara itu Petugas Pengendali Organisme Penggangu Tanaman (PPOPT) Kecamatan Palas – Sragi Sumaryo menjelaskan, meski banjir sudah melanda selama hampir satu pekan, namun pihaknya belum bisa menentukan dampak kerusakan.
“Kami belum bisa pastikan apakah sudah ada tanaman yang rusak atau belum, sebab air masih tinggi. Namun jika banjir masih berlangsung selama satu pekan kedepan, dipastikan tanaman yang terdampak akan mengalami gagal panen atau poso,” pungkasnya. (vid)

BACA :  Baru Setahun Diperbaiki, Jembatan Rusak Lagi