Target Baru Lahan Huntap Selesai April

61
Kepala BPBD Drs. H. M. Darmawan, MM

KALIANDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan memastikan tengah memproses kekurangan lahan hunian tetap bagi para korban tsunami. Bahkan, pembangunan rumah tinggal sebagai ganti rugi itu ditargetkan dimulai pada Bulan April 2020.

Kepala BPBD Lamsel Drs. H. M. Darmawan, MM mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan calon lokasi huntap dibeberapa desa yang sempat terhambat. Bahkan, saat ini banyak warga yang menawarkan lahannya untuk keperluan tersebut.

“Calon lokasi di empat desa sudah kami peroleh dan dihimpun. Jadi, tim apresial akan langsung melakukan penilaian ganti rugi terhadap lahan tersebut pada Bulan Maret. Supaya, Bulan April selesai dan langsung mulai tahap pembangunannya,” ungkap Darmawan dikantornya, Selasa (25/2) kemarin.

Dia merincikan, lokasi lahan yang dibutuhkan diantaranya adalah berada di Desa Way Muli, Banding, Sukaraja Kecamatan Rajabasa dan Desa Maja Kecamatan Kalianda.

“Desa Way Muli luasannya 8.000 meter persegi untuk 58 kepala keluarga (KK), Desa Banding 2.000 meter persegi untuk 13 KK ditambah relokasi Puskesmas Rajabasa seluar 6.000 meter persegi dan Desa Maja 2.000 meter persegi untuk 18 KK. Sementara desa lainnya sudah clear di Tahun 2019 kemarin,” rincinya.

BACA :  Izin Melantik Terhambat

Selain itu, pihaknya juga tengah memproses persetujuan pindah lokasi bagi 79 KK korban tsunami warga Desa Tejang Pulau Sebesi. Dengan kebutuhan lahan seluas 8.500 meter persegi. “Calon lahannya sudah kita cari di wilayah Kecamatan Kalianda,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, proses penataan lahan atau hand clearing di lahan yang sudah dibebaskan bakal segera dilaksanakan. Dengan begitu, akan mempercepat proses pembangunan huntap korban tsunami.

“Setelah hand clearing maka akan dilanjutkan dengan site plane. Itu pekerjaannya dilakukan oleh DPUPR. Kita intens melakukan koordinasi dengan mereka. Setelah itu baru mulai pembangunannya yang dilakukan oleh kelompomk masyarakat (pokmas). Saat ini, pokmas tengah dibentuk di masing-masing desa yang menjadi lokasi pembangunan huntap. Ditambah lagi dari jajaran TNI dan Polri,” pungkasnya.

BACA :  Lapas Kalianda Gelar Sidang Daring

Catatan Radar Lamsel medio Desember 2019 silam, proses pembebasan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) korban tsunami diwilayah Kabupaten Lampung Selatan terus dikebut. Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) menargetkan pengadaan lahan bakal rampung pekan depan atau paling lambat pada 20 Desember, mendatang.

Kala itu Kepala BPBD Lampung Selatan Drs. H. M. Darmawan, MM memastikan, pemkab telah menganggarkan dana senilai Rp10 Miliar untuk kebutuhan pengadaan lahan sebagai lokasi huntap bagi 532 rumah warga yang menjadi korban bencana tersebut. Saat ini, tim apresial dikabarkan tengah melakukan penentuan nilai tanah yang rencananya akan dilakukan pembangunan.

“Tim apresial dari unsur independent tengah bekerja melakukan tugasnya. Mereka akan melakukan penilaian harga tanah di lokasi yang sudah kita tentukan. Target kita, paling lambat 20 Desember semua lahan huntap yang kita butuhkan sudah dibebaskan atau dibayarkan,” ungkap Darmawan kepada Radar Lamsel, Senin (9/12/2019). (idh)