Target PBB Candipuro 80 Persen di Akhir Tahun

79
Shofyan Apriyansyah – Petugas PBB Kecamatan Candipuro, mengecek realisasi pencapaian PBB per 2 Desember tahun ini, di Kantornya, kemarin.

CANDIPURO – Genjot penyerapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan candipuro. Petugas Pelayanan Pajak Kecamatan Candipuro jemput bola turun kedesa-desa.

Petugas Pelayanan PBB Kecamatan Candipuro Sunardi mewakili Camat candipuro Wasidi, SE mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan monitoring dengan menyambangi desa-desa, sebagai bentuk upaya optimalisasi penyerapan PBB di Kecamatan tersebut.

“ Untuk mengoptimalkan penyerapan PBB,  kami melakuka monitoring turun kedesa-desa,” kata Sunardi kepada Radar Lamsel di Kantornya, Rabu (4/12).

Tujuan monitoring PBB ke desa-desa lanjut Sunardi, merupakan upaya optimalisasi penyerapan PBB melalui menggali data dan informasi terkait realisasi penyerapan PBB didesa. Upaya itu juga sekaligus mengali data dan informasi kendala yang dihadapi dalam hal penyerapan PBB kepada warga didesa.

“ Melalui monitoring PBB kedesa-desa bertujuan untuk mencari tahu kendala apa yang menjadi sandungan desa, belum maksimalnya penyerapan PBB,” kata Sunardi.

Hasil monitoring sambung petugas pelayanan PBB Candipuro itu, masih adanya SPPT ganda terhadap warga wajib pajak dibeberapa desa menjadi kendala belum maksimalnya penyerapan PBB didesa.

“ Untuk tahun ini, ada beberapa desa dengan nominal besaran pajak mencapai Rp.80 juta rupiah yang sudah didata dan diusulkan, melalui UPTD Pelayanan Pajak di Candipuro, untuk dilakukan perubahan ke Pemkab Lamsel,” imbuhnya.

Ia menerangkan, untuk realisasi penyerapan PBB tahu ini, Kecamatan Candipuro baru mencapi 56,57 persen atau Rp. 672.295.251 dari target pokok pajak PBB mencapai Rp. 1.188.376.151 pertahun.

“ realisasi per 2 Desember tahun ini Candipuro baru menyerap PBB sebesar 56,57 persen, kami menarget minimal diakhir Desember penyerapan PBB mencapi target minimal 80 persen,” harapnya.

Kepala Desa (Kades) Titiwangi Sumari mengatakan, untuk penyerapan PBB per 2 Desember tahun ini, Desa Titiwangi sudah mencapai 79,25 persen atau sebesar Rp.65 juta rupiah dari pokok PBB mencapai Rp. 83 juta rupiah.

“ Akhir Desember, kami menargetkan penyerapan PBB diatas 80 persen,” harapnya.(CW2)