Tausiyah tentang Super Blue Blood Moon di Pontren ushuluddin

468

PENENGAHAN – Pengajian dan dzikir bulanan yang di selenggarakan Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin di Desa Belambangan di hadiri ribuan umat Islam. Tamu undangan dari kalangan santri, pelajar, tokoh ulama dan masyarakat yang hadir pada acara itu nampak antusias mengikuti rangkaian acara.

Pada kesempatan ini, Pontren Ushuluddin mengundang Ustadz Farid, seorang Da’i AKSI Indosiar 2014 yang bertugas sebagai pengisi ceramah bagi tamu dan masyarakat yang hadir. Ribuan masyarakat yang hadir terlihat begitu menikmati isi ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Farid.

Dalam ceramahnya, Farid menyampaikan banyak hal. Isi ceramah yang paling mencolok ketika Farid membahas tentang fenomena Super Blue Blood Moon atau gerhana bulan penuh yang terjadi Rabu (31/1) malam kemarin. Menurut Farid, fenomena itu merupakan sesuatu yang langka terjadi. “Itu sangat langka sekali, dan kita bersyukur bisa menyaksikannya. Karena fenomena itu sudah lama tidak muncul, terkahir kali 150 tahun yang lalu,” kata Farid dalam ceramahanya.

BACA :  Awas! Malaria Mulai Menyerang

Pada kesempatan yang sama, Farid menyampaikan sedikit pesan kepada masyarakat mengenai fenomena gerhana bulan itu. “Kita (umat Islam) harus senantiasa meminta pertolongan dan memanjatkan do’a kepada Allah SWT, supaya bisa dijauhkan dari hal-hal yang buruk,” katanya seraya mengamini.

Pemimpin Pondok Pesantren Ushuluddin Dr. KH. A Rafiq Udin, S.Ag.,Msi mengatakan, digelarnya pengajian dan dzikir bulanan itu memiliki tujuan untuk mengingatkan umat Islam akan pentingnya melakukan pengajian dan dzikir. “Sebagai umat beragama, kita dituntut menjaga dan mengingatkan antar sesama. Dan saling menjaga tali silaturahmi, itulah yang harus menjadi pedoman kita sebagai umat beragama,” kata Rafiq.

BACA :  Idhamsyah Jabat Ketua MKKS SMA

Pada kesempatan itu, Rafiq juga menegaskan betapa pentingnya menanamkan rasa kebersamaan diantara masyarakat. Diharapkan Rafiq, kegiatan seperti ini bisa dijadikan sarana bagi umat Islam untuk tetap menjaga menjaga tali silaturahmi dan menjalin ukhuwah islamiyah. “Karena keutuhan kita (muslim) adalah keutuhan Islam,” pungkasnya. (rnd)