Teluk Pandan Marak Aksi Begal dan Perampasan

500

TELUK PANDAN – Dalam waktu sepekan terakhir, aksi pembegalan dan perampasan dengan kekerasan marak terjadi diwilayah Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran.

Aksi para pelaku begal dan perampasan tergolong nekat, pasalnya aksi perampasan dengan incaran kaum perempuan dilakukan pada pagi dan sore hari.

Feli (17), siswi Kelas 11 SMAN 1 Padang Cermin harus rela handphone yang baru dimiliki sekitar 4 bulan di ambil oleh kawanan jambret ketika berkendara di simpang mutun, Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan.

“Pada Senin (20/4), usai saya mengantar teman dari Bandar Lampung, hp saya dijambret diturunan jalan simpang mutun sekitar pukul 5 sore,” ungkap Feli, Sabtu (02/4).

Selain itu, terdapat juga beberapa korban perampasan lainya yang dilakukan oleh para pelaku dengan menggunakan sepeda motor dengan korban yang menjadi target incaran mayoritas adalah kaum perempuan yang juga mengendarai sepeda motor.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat Desa Hurun Ahadri berharap kepada pihak berwajib dapat menangkap para pelaku kriminal diwilayah setempat.

“Kami berharap pihak berwajib segera menangkap para pelaku. Pasalnya dalam seminggu terakhir beberapa warga di Kecamatan Teluk Pandan ini telah menjadi korban,” katanya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dilapangan, terdapat beberapa warga di Kecamatan Teluk Pandan yang telah menjadi korban perampasan. Selain itu, terdapat juga aksi pembegalan yang terjadi di Desa Munca pada Rabu (29/4), namun pelaku berhasil ditangkap dan diamankan warga setempat.

Sementara, terdapat beberapa titik jalan utama diwilayah Kecamatan Teluk Pandan yang menjadi lokasi aksi perampasan, diantaranya sekitar Pantai Queen Artha, simpang pantai mutun, perbatasan Desa Hanura dan Sidodadi, sekitar pintu masuk pantai sari ringgung, tanjakan gisting, tanjakan seribu dan tanjakan pantai ketapang, Desa Batu Menyan. (cw1/esn)