Telur BPNT Banyak Pecah Dikeluhkan

84
Rifky - Warga penerima BPNT saat mengantre mengambil bantuan di e-Warung Desa Kertosari, Rabu (2/10).

TANJUNG SARI– Ketua warung elektronik Desa Kertosari Dartini mengeluhkan kondisi telur dari program Bantuan Pangan Nontunai Tunai (BPNT) karena banya pecah.

Dartini mengatakan, BPNT yang turun ke Desa Kertosari pada hari selasa kemarin pukul 14.00 dan totalnya mencapai 613 bantuan dibagi ke dua e-warung yang ada di desa itu.

“Telur yang dikirim dari bulog masih didalam box, jadi lumayan banyak yang pecah, pengennya dari sana sudah dipisahkan di wadah mika, jadi bisa terkontrol, tetapi pihak bulog sudah mengetahui dan akan mengganti telur yang pecah,” ucap Dartini kepada Radar Lamsel, di lokasi pembagian BPNT, Rabu (2/10).

BACA :  Menjaga Nyala Nasionalisme

Dia juga menjelaskan, dikarenakan belum adanya mesin edisi di desa itu, penerima bantuan masih menggunakan BRI link yang berkerja sama dengan program pemerintah.

“Kami sudah mengajukan tetapi pihak BRI belum memberikan mesin edisi, jadi warga masih menggunakan BRI link, tidak semua BRI link bisa, hanya yang berkerja sama dengan pemerintah yang bisa,” kata Darsini.

Darsini juga mengatakan, BPNT yang turun itu totalnya pas untuk 613 penerima bantuan, tidak kurang dan tidak lebih karena sudah diperhitungkan sebelumnya dari pihak bulog.

BACA :  Menjaga Nyala Nasionalisme

“Di desa ini ada 10 pengurus mas, kami yang mebungkus terlur, kemaren pembagian sampai jam lima belum selesai, tetapi hari ini lebih cepat karena sudah tau cara pembagiannya, sekarang tinggal 13 yang belum diambil,” beber Darsini.

Sebagai penerima bantuan, Darsini mengungkapkan rasa syukur karena sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Kami dipilih sebagai kader ikhlas mas, jika kita mempermudah oranglain maka urusan kita juga akan dipermudah,” pungkas dia. (kms)