Tepis Isu Miring, Fredy Minta Doa

84
Sekkab Lamsel Ir. Fredy Sukirman

KALIANDA – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan Ir. Fredy Sukirman, akhirnya buka mulut menanggapi sejumlah tudingan miring dari berbagai kalangan yang belakangan ini mengomentarinya. Meski mengaku santai dan masa bodo terhadap hal itu, namun berbagai pembelaan disampaikan mantan Sekkab Pesisir Barat ini saat dikonfirmasi, Rabu (4/9) kemarin.

          Fredy mengatakan, tidak mau ambil pusing terhadap berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya. Terlebih, dia mengaku tidak mengenal sosok pengamat politik yang baru-baru ini mengkritisi soal kinerja dan pribadinya yang dianggap tidak punya komitmen.

          “Saya tidak mau menanggapinya. Toh saya sendiri tidak kenal siapa pengamat itu. Dan dia juga tidak tahu dengan saya ini siapa,” ucap Fredy saat dikonfirmasi Radar Lamsel melalui sambungan telepon, kemarin.

          Anggapan pengamat yang menyebut dirinya di buang dari Kabupaten Pesisir Barat dibantah oleh Freddy. Bahkan, dia mengaku jika dalam hal ini murni lolos tes lelang jabatan yang kala itu digelar Pemkab Lampung Selatan.

“Mana buktinya saya dibuang dari Pesisir Barat? Saya datang ke Lamsel melalui jalur lelang jabatan dan terpilih. Makanya saya bilang orang itu tidak kenal dengan saya,” ungkapnya.

BACA :  Pilkada Tunggu Instruksi KPU RI

Tanggapan berikutnya soal keikutsertaannya dalam lelang jabatan Sekdaprov Lampung juga disampaikan Fredy. Sebagai seorang ASN, menurutnya sudah menjadi kewajaran jika ingin mengejar karier yang setinggi-tingginya.

“Itu kan lelang terbuka untuk ASN. Karena pangkat dan golongan saya cukup ya kenapa tidak. Selagi ada kesempatan baik kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Toh saya juga izin kepada Plt Bupati dan tidak ada masalah apa-apa,” imbuhnya.

Selanjutnya, dia juga menampik tuduhan pengamat soal kinerjanya sebagai Sekda. Dia membantah, jika telah menciptakan kelompok dan mengkotak-kotakan jajaran pejabat dibawahnya selama menduduki jabatan Sekkab Lamsel. “Kalau tidak percaya silahkan tanya dengan para kepala dinas. Apa ada saya membuat kelompok-kelompok,” lanjut dia.

Perihal tidak menjawab sambungan telepon wartawan pada Selasa (3/9) lalu, Fredy mengaku, tengah disibukan dengan kegiatan tes lelang jabatan sekdaprov yang tengah bergulir. Bahkan, dia juga menginformasikan jika pengumuman tiga besar akan disampaikan pada Kamis (5/9) hari ini.

Ya, kemarin saya pulang dari tes lelang jabatan saja sore hari lewat Maghrib. Kegiatan cukup padat juga kemarin. Karena besok penguman tiga besar. Mohon doanya,” tutupnya seraya mematikan sambungan telepon.

BACA :  Satukan Persepsi, Pemprov dan Pemkab Se-Lampung Gelar Rakor Cepat Tanggap Covid-19 Melalui Video Conference

Sebelumnya diberitakan, sikap Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan Ir. Fredy Sukirman yang memilih ikut serta dalam bursa lelang terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Pemprov Lampung kembali mendapat sorotan publik.

          Kali ini, Pengamat Politik Provinsi Lampung Ali Sofian, SH yang memberikan komentar ‘pedas’ terkait persoalan tersebut. Tak hanya itu, pria yang berprofesi sebagai advokat ini juga secara blak-blakan mengkoreksi kinerja mantan Sekkab Pesisir Barat itu, Selasa (3/9) kemarin.

          Menurutnya, sosok Fredy merupakan ASN yang tidak memiliki komitmen untuk berdedikasi pada daerah yang menjadi tempatnya mengabdi. Bukti nyata secara kasat mata bisa dilihat dari apa yang telah dihasilkan selama menjadi sekda di Bumi Khagom Mufakat ini.

          “Dan gong nya, dia ikut seleksi Sekda Provinsi Lampung. Makin jelas kalau beliau adalah sosok ASN yang tidak punya komitmen untuk membantu pimpinan dalam memajukan daerah. Saya kira terlambat kalau Plt Bupati Lamsel baru kepikiran sekarang untuk membuangnya. Tapi, tidak ada kata terlambat demi kemajuan daerah Lamsel,” tegas Ali kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon. (idh)