Terapkan AKB, Pedagang-Pembeli Wajib Bermasker

95
Kms. Yogi - Kepala UPT Dinas Pasar Rohaida saat membagikan masker kepada pedagang sembari mensosialisasikan kewajiban menggunakan masker, Selasa (2/6/2020).

NATAR – Untuk mematangkan Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) atau New Normal ditengah Pandemi Covid 19, UPT Dinas Pasar Kecamatan Natar kembali mensosialisasikan kewajiban menggunakan masker bagi seluruh pedagang di Pasar Natar. Pihak UPT Pasar pun membagikan secara langsung masker-masker secara gratis kepada seluruh pedagang yang belum memiliki masker.

Kepala UPT Pasar Natar, Rohaida, mengatakan dibagikannya masker merupakan salah satu upaya dari pihaknya untuk melawan Covid 19 khususnya di kalangan pedagang dan pembeli. “Jumlah pedagang di Pasar Natar ini terbanyak se Kabupaten Lampung Selatan sehingga wajar jika jumlah pembeli juga besar, jadi wajar jika menjadi sorotan,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Selasa (2/6/2020).

Menurut dia, kendati selama pandemi Covid 19 roda ekonomi di pasar natar tetap berjalan apa adanya namun pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan. “Penyemprotan disinfektan dan penyediaan tempat cuci tangan juga kami lakukan, termasuk para pedagang dihimbau untuk menyediakan sanitizer,” kata dia.

BACA :  Jelang Nataru Penerbangan Ajukan Ekstra Flight

Pembeli, sambung Rohaida, diharapkan bisa mendukung secara penuh penerapan New Normal yang tengah di sosialisasikan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan mentaati protokol kesehatan. “Saya berharap warga yang ke pasar wajib mengenakan masker, sedia selalu sanitizer dan biasakan mencuci tangan baik masuk maupun keluar pasar,” tuturnya.

Terakhir, Ia berpesan agar para pedagang dan pembeli di pasar menjaga jarak atau social distancing sebagai upaya lainnya dalam memerangi Covid 19. “Menjaga jarak juga menjadi syarat bagi pedagang dan pembeli,” imbuh dia.

BACA :  Jelang 9 Desember, Warga Serbu Pelayanan KTP

Di samping itu, Camat Natar Eko Irawan mengapresiasi langkah UPT Pasar tersebut bahkan dirinya berharap penggunaan masker agar dijadikan kebiasaan oleh para pedagang dan pembeli. “Kalau bisa diperiksa terus setiap hari, pastikan semua menggunakan masker,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, salah satu pedagang pecah belah di Pasar Natar Maimunah (46) berharap dengan diberlakukannya New Normal jumlah pembeli bisa kembali normal. “Selama korona ini jujur saya selalu merugi, rugi tenaga dan rugi uang sewa, karena pengunjung sepi,” katanya.

Ia berharap, diterapkannya protokol kesehatan di pasar mampu memulihkan kembali perputaran ekonomi di pasar. “Saya berharap pembeli kembali seperti semula,” harapnya. (Kms)