Terima Bantuan PKH, Elis Mundur Dari Perangkat Desa

65
GAMBAR ILUSTRASI

SRAGI – Kasi Pemerintahan Desa Bakti Rasa, Kecamatan Sragi, Elis yang diketahui menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) akhirnya mundur dari struktur pemerintahan desa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Bakti Rasa, Iis Wahyudi.  Iis mengatakan, Elis memilih mundur dari perangkat desa setelah dirinya memberikan kebijakan untuk memilih program bantuan atau tetap menjadi perangkat desa.

“Saya baru mengatahui ada perangkat desa saya menerima bantuan PKH pada April lalu, setelah ada imbauan dari Dinas Sosial. Dari situ saya memberikan dua pilihan, mundur dari perangkat desa atau tetap menjadi penerima bantuan,” ujar Iis Wahyudi memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Rabu (3/6).

BACA :  Asuransi AUBU Minta Dioptimalkan

Iis menjelaskan, Elis mengjukan surat pengunduran diri dari perangkat desa pada Juni ini. Selain Elis, sabung Iis, Kepala Dusun VII, Jajang Gunawan juga menjadi KPM PKH. Namun Jajang memilih mundur dari PKH sejak 17 April lalu.

“Sebenarnya ada dua perangkat desa, yang satu lagi Kadus Dusun VII. Namun ia memilih mundur pada 17 April lalu, dan saat proses pengundurannya sedang dilaksanakan,” terangnya.

Sementara iti Elis menjelaskan, jika dirinya menjadi penerima bantuan PKH sejak akhir 2017 lalu. Sebelum Iis Wahyudi menjadi menjabat Kepala Desa Baktirasa.

“Saya menerima bantuan PKH sebelum saya menjadi perangkat desa, pada tahun 2017. Saat itu pak Iis juga belum menjadi kepala desa,” ungkapnya.

BACA :  Pengusaha Tambak dari Luar Daerah Didata

Elis mengungkapkan, selain menjadi KPM PKH ia juga menerima bantuan BPNT yang diterimanya sejak tahun 2010 silam. Elis mengaku ia menerima bantuan tersebut lantaran kondisi ekonomi yang masih diangka kemiskinan.

“Saya memang menerima bantuan PKH dan BPNT. Itupun karena kondisi ekonomi, rumah masih geribik. Bulan ini saya mengajukan pengunduran diri dan sudah diketahui oleh kepala desa, bukan saya lebih memilih bantuan tapi sudah merasa capek kerja di desa, karena pengunduran diri ini sudah inginkan sejak dulu” tutur Elis.(vid)