Ternak Babi Off Pasca Serangan ASF

51
Ist.Radarlamsel – Inilah ternak babi yang masih tersisa di Desa Bali Agung, Kecamatan Palas, paska serangan virus ASF. Hingga saat ini usaha ternak babi di desa setempat masih dihentikan akibar serangan virus tersebut.

PALAS – Serangan virus African Swain Faver (ASF) yang terjadi di Desa Bali Agung, Kecamatan Palas, masih menyisakan ketakukan bagi peternak babi.

Bahkan hingga tiga bulan paska serangan virus asal Afrika itu, usaha beternak babi yang  sudah menjadi salah satu sumber ekononomi masyarakat masih terhenti lantaran peternak masih merasa trauma.

Made Sujane salah satunya, salah satu tokoh masyarakat Desa Bali Agung ini menuturkan, beternak babi memang menjadi salah satu usaha  bagi sebagian masyarakat Bali Agung.

Namun sejak wabah ASF pada Juli lalu yang menyebabkan ratusan babi mati, usaha itu dihentikan oleh masyarakat hingga saat ini.

“Dari 300 keluarga umat hindu, sekitar 75 kelurga yang punya usaha ternak babi. Tapi ampai sekarang berhenti, karena masih takut. Ada, tapi hanya beberapa ekor tidak sampai sepuluh, itu pun sisa yang selamat dari virus ASF,” ujar Made Sujane memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Sabtu (24/10) pekan kemarin.

BACA :  Harga Jagung Naik di Panen ke Tiga

Sujane menuturkan, meski saat ini harga babi saat ini tengah melonjak tinggi. Namun belum ada warga yang berani untuk kembali menjalankan usaha itu. Masyarakat masih takut lantaran tidak bisa mengindikasi serangan penyakit tersebut.

“Sekarang harga sudah dianggka Rp 35 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp 25 ribu. Tapi sampai saat ini belum ada warga yang mau beternak lagi, mau beli bibit dari luar daerah juga belum berani,” ucapnya.

Kepala Desa Bali Agung, Made Suwisnu juga mengungkapkan hal yang sama. Sampai dengan saat ini  ternak babi masih dihentikan,  akibat virus yang menyebabkan kematian sekitar 650 ekor babi di desanya itu.

BACA :  Mediasi Redam Ancaman Golput

“Meski sudah tiga bulan berlalu, belum ada warga yang kembali beternak. Masih takut karena virus ini sulit ditangani, dan warga masih takut,” ucapnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Peternakan Hewan Kecamatan Palas – Sragi Iwan Ismunanto. Bahkan tak hanya di Kecamatan Palas saja, di kecamatan lain usah ternak babi ini juga belum berjalan.

“Kita juga masih melakukan upaya penyemprotan desinfektan, semua kandang memang masih istirahatkan. Tak hanya di Bali Agung saja, di kecamatan lain seperti Way Panji dan Ketapang juga belum ada yang berjalan,” tutupnya. (vid)