Tetap Bekerja sambil Ikut Memanen Udang Vaname

730

Kebanyakan orang menjadikan hari libur nasional untuk beristirahat atau berwisata bersama keluarga. Namun, tidak bagi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lamsel Dr. Meizar Melanesia. Meski libur, dia tetap berkerja. Bahkan, dia tak memperdulikan heboh fenomena gerhana bulan total (GMT). Seperti apa?

Laporan Idho Mai Saputra, SRAGI

KALENDER Masehi menunjukan angka merah pada tanggal 9 Maret 2016. Tanggal merah yang menandakan libur nasional terkait peringatan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.
Bagi umat Hindu, hari Raya Nyepi merupakan hari yang sakral. Tetapi bagi masyarakat lainnya tanggal merah disambut suka cita untuk berlibur.
Tetapi, Kadis DKP Lamsel Dr. Meizar Melanesia justru mengajak Radar Lamsel untuk meninjau kelompok petambak di wilayah Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi. Ajakan itu disampaikan Meizar melalui pesan Blackberry Messanger kepada Radar Lamsel.
Menurut dia, tambak udang yang ada di Desa Bandaragung itu merupakan tambak udang binaan Pemkab Lamsel yang akan memasuki musim panen perisial atau penyelang.“Sibuk atau tidak, Mas. Kita liat tambak vaname ke Sragi saja yuk,”tulis Meizar mengajak Radar Lamsel.
Dengan mengenakan kaos kerah berwarna biru, Meizar yang di dampingi salah seorang Kabid-nya dengan semangat menjalankan aktivitas pekerjaannya pada hari libur nasional itu.
Bahkan, Kepala Dinas yang bertubuh gempal itu dengan gagah berjalan kaki sejauh 500 meter lebih untuk menuju kawasan tambak tersebut.
Tidak ada sambutan spesial yang dilakukan oleh kelompok petambak Harapan Maju yang diketuai oleh Widodo. Justru, Widodo sangat tercengang jika sang Kepala Dinas yang mengunjungi tambak udangnya.
“Saya pikir bapak tidak akan hadir. Soalnya hari ini kan libur. Saya senang sekali bapak bisa datang untuk melihat langsung,”kata Widodo dengan mata yang berbinar-binar.
Disana, Meizar justru semangat melihat para petambak yang tergabung dalam kelompok tersebut memilah udang vaname yang siap di panen. Bahkan, dia ikut bersama para petambak untuk memanen udang vaname yang berukuran 80-90.
“Ini belum panen raya, Mas. Baru penyelang saja. Saat panen raya akhir Maret nanti, saya akan undang pak Bupati Lamsel Dr. H. Zainudin Hasan untuk langsung datang melihat hasilnya,”kata Merizar sambil mengangkat jaring udang.
Meizar menambahkan, panen parsial dilakukan untuk mengurangi kapasitas udang dalam setiap kolam. Sehingga, pada saat panen raya ukuran udang bisa lebih maksimal.
“Kelompok ini merupakan binaan yang sudah kita bentuk sejak Oktober 2015, lalu. Kami sudah lakukan pendampingan mulai dari persiapan lahan hingga panen sekarang ini. Kami cukup senang, hasil panen bisa dikatakan sukses,”imbuhnya.
Dari hasil panen parsial itu, kelompok Harapan Maju berhasil memperoleh hasil sebanyak 600 kilogram. Yang diperoleh dari masing-masing kolam sebanyak 200 kilogram.
“Luas tambak ini hanya sekitar setengah hektare yang dibagi menjadi tiga kolam. Pada awal pembibitan, kita tabur bibit sebanyak 150 ribu setiap kolamnya. Jadi, bisa kita pastikan panen raya nanti mencapai 1,5 ton. Karena, yang kita ambil hari ini hanya yang size nya 80-90 saja,”tutupnya.
Sementara itu, Widodo mengharapkan pemerintah mampu memberikan bantuan jaringan listrik hingga ke dalam lokasi tambak. Pasalnya, biaya operasional yang dikeluarkan selama ini cukup besar dengan menggunakan diesel.
“Kami sudah cukup senang bisa dapat bantuan dari DKP tahun lalu. Karena dulu lokasi tambak ini rawa dan semak belukar. Kalau bisa ada jaringan listrik yang masuk ke dalam, kami pasti lebih senang. Karena tidak perlu lagi menggunakan genset yang bisa menghabiskan Rp800 ribu per hari,”kata Widodo. (*)

BACA :  Harga Anjlok, Petani Terong ‘amsyong’