Tiap Hari Lewati Sungai Tanpa Jembatan

58
Rifky - Terlihat alahsatu warga saat melintasi sungai dengan hati-hati karena tidak ada jembatan, Selasa (21/1).

TANJUNG BINTANG – Kontribusi perusahaan belum terlihat terhadap kelancaran akses bagi warga Dusun Rilaugading, Desa Lematang Kecamatan Tanjungbintang.

Sepuluh keluarga yang terpinggir setelah adanya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) itu kini mendiami pemukiman, tak jauh dari beberapa perusahaan, satu diantaranya PT. BMI.

Hari-harinya, penduduk disana harus menyebarangi sungai. Sebab di jalan yang diyakini milik perusahaan itu tak menyediakan jembatan penghubung jalan. Tak ada akses lain, karena jalur tersebut merupakan akses satu-satunya.

Rusdi (27) warga sekitar menjelaskan bahwa dirinya juga belum mengetahui sampai kapan dirinya akan tetap melintas melalui sungai itu. Menurutnya, pembuatan jembatan itu merupakan wewenang perusahan yang berada di Desa itu.

“Seharusnya kalau PT itukan yang utama akses jalannya dulu diperbaiki. Kalau begini warga sini juga yang sulit. Ada tiga PT disana, mobil-mobil truk kalau kesana ya melintasi sungai ini,” jelasnya kepada Radar Lamsel, Selas (21/1).

BACA :  Tahun Ini Kayu Kelapa Penyambung Dua Desa Beres

Dia mengatakan bahwa awalnya ada jembatan berupa batang kelapa yang berguna untuk menyebrangi sungai itu. Sayangnya, jembatan itu menyebabkan air sungai meluap dan mengakibatkan banjir.

“Ada jembatan awalnya dari batang kelapa, tapi jika musim hujan dan kalau banyak sampah yang menghambat disini jadi banjir. Jadi harus kita bongkar dan ditimbun seperti sekarang ini. Sekarang sudah tidak banjir lagi,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa air di sungai rilau itu ada disaat musim penghujan saja. Pada saat kemarau panjang menurutnya sungai itu kering. Dia mengatakan, bahwa rata-rata rumah yang berada dijalan menuju PT itu masih tergolong baru.

BACA :  Jadi Alternatif Jalan Setapak Dilebarkan

“Kalau kemarau panjang sungai ini kering. Ada dua saluran air, satu dari perkebunan karet dan satu lagi sungai ini. Rumah disini rata-rata masih baru sejak dibangunnya jalan Tol trans sumatera,” paparnya.

Masih kata Rusdi dirinya berharap, jembatan yang berguna melintasi sungai rilau itu segera direalisasikan oleh PT yang melintasi jalan didepan kediamannya itu. “Harapannya ya segera dibuatkan jembatan, seharusnya sudah permanen,” harapnya.

Terpisah, Kades Lematang Fikriyadi membenarkan hal tersebut. Menurutnya pembangunan jembatan itu merupakan kewenangan PT. “Itukan jalan PT, jadi pembuatan jembatan itu kewenangan mereka. Kalau memang itu tanggung jawab kita pasti sudah dibuat,” tandasnya. (CW1)

BAGIKAN