Tiap Huntap Ditarget 25 Hari Selesai

92
Randi Pratama - Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto (kanan), Sekda Lamsel, Thamrin, S.Sos.,M.M. (kiri) bersama Dandim 0421/LS, Letkol Kav. Robinson O. Bessie, saat meletakkan batu pertama di lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) di desa Kunjir, kecamatan Rajabasa, Rabu (22/7/2020).

RAJABASA – Penantian korban tsunami kecamatan Rajabasa yang ingin memiliki tempat tinggal permanen akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan resmi memulai pembangunan (huntap) hunian tetap, yang ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, Rabu (22/7/2020).

Sebanyak 524 huntap yang akan dibangun tersebar di beberapa desa, dan kecamatan. Di antaranya desa Kunjir, Wai Muli Timur, Way Muli, Rajabasa, Banding, untuk kecamatan Rajabasa. Kemudian desa Maja, dan kelurahan Kalianda untuk kecamatan Kalianda. Selanjutnya desa Suak, dan desa Rangai Tri Tunggal untuk kecamatan Sidomulyo. Pembangunan tiap huntap ditarget selesai selama 25 hari.

Pembangunan huntap di Lampung Selatan didasari oleh keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu RI) tentang penentapan jumlah hibah untuk kabupaten lampung selatan No. S/448/PMK.7/2019 dengan jumlah unit sebanyak 524 unit bangunan rumah. Pembangunan rumah contoh yang dibangun pemerintah daerah bertujuan untuk dijadikan dasar acuan, dan pedoman bagi para penerima bantuan dalam membangun rumah.

Seluruh huntap tersebut akan dibangun di lahan yang telah dibebaskan seluas 7,6 hektar. Termasuk bangunan 4 unit rumah contoh hunian tetap yang dibangun Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dan 3 unit rumah contoh hunian tetap yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

BACA :  Jalan Jebol di Kecamatan Rajabasa Belum Diperbaiki

Pembangunan rumah contoh hunian tetap tersebut nantinya akan dibangun dengan tipe 36, menggunakan fondasi batu kali, dinding, batu bata, sloot, tiang kolom beton. Kemudian pintu kayu kelas 3, dengan atap rangka baja ringan, dan jenis plafon triplek. Pembangunan Huntap dilaksanakan menggunakan Metode Swakelola yang nantinya akan dikelola oleh penerima bantuan itu sendiri.

Proses pembangunan huntap tersebut tidak di tenderkan. Prosesnya dikelola sendiri oleh penerima bantuan yang tergabung dalam kelompok-kelompok masyarakat (Pokmas) yang telah dibentuk oleh desa dan tim fasilitator. Masing-masing huntap memiliki ukuran sama, yakni 6×6 meter. Begitu pula dengan tipenya.

Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto menekankan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan huntap wajib membantu. Dia juga meminta pemerintah desa mengirimkan perwakilan yang masuk sebagai pekerja untuk membantu proses pembangunan. Paling tidak, kata Nanang, setiap desa mengirimkan lima orang warganya.

BACA :  Jalan Jebol di Kecamatan Rajabasa Belum Diperbaiki

“Ini kan diswakelola dengan adanya Pokmas yang dibentuk desa, dan kecamatan. Sebetulnya tergantung dari masyarakat, kalau bisa dipercepat oleh kebersamaan gotong royong, insyaallah bisa jadi sebelum 25 hari,” katanya.

Selain huntap, Nanang mengatakan sekitar lokasi wisata di desa Kunjir akan dibangun puskesmas pembantu (Pustu). Sebuah puskesmas juga akan dibangun di sekitar lokasi huntap di desa Banding. Sektor ekonomi juga menjadi perhatian Pemkab Lamsel di huntap dengan membangun sebuah pasar.

“Di sini nanti ada perekonomian, ya. Rencana nanti ke situ (pasar). Bagaimana supaya kehidupan ekonomi sosial masyarakat tetap berjalan,” katanya.

Dalam pembangunan ini kelompok masyakarat akan didampingi oleh tim fasilitator sehingga kebutuhan material dan rencana pekerjaan sampai dengan selesai dapat terkontrol dengan baik dan berjalan lancar. Nanang juga meminta kepada aparatur desa, dan pihak terkait lainnya untuk terus memantau pelaksanaan pembangunan hunian tetap tersebut sampai siap huni. (rnd)