Tidak Ada Toleransi, Tiket Online Tetap Dijalankan

221
ILUSTRASI

BAKAUHENI – Pembelian tiket online yang diberlakukan PT. ASDP memang tak mudah diterapkan. Ada saja kendala ditimbulkan oleh kebijakan ini. Salah satunya kemacetan kendaraan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Sejatinya, kondisi ini karena ulah calon pengguna jasa yang tak mengindahkan pembelian tiket melalui online.

Humas PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Syaifullail Maslul, mengaku bahwa ada kemacetan yang terjadi beberapa hari lalu. Tetapi sekarang kondisinya sudah relatif normal. Bagaimanapun keadaannya, pembelian tiket online tetap berjalan. Bahkan sekarang semua pihak termasuk Petruk (pengurus truk’red) sudah mau belajar cara penggunaannya.

Syaiful mengakui masih ada sebagian pengguna jasa yang belum tahu mekanisme pembelian tiket online. Di sisi lain, ada juga yang sudah tahu tetapi belum beralih ke tiket online. Meski demikian, Syaiful menyebut hal itu bukanlah masalah besar. Pengguna jasa yang belum tahu mekanismenya akan diberi pemahaman oleh petugas di lapangan.

“Itu untuk mobil pribadi. Tapi kalau Petruk semua sudah tahu, tetapi mereka juga sama belum mau beralih ke online,” katanya kepada Radar Lamsel, Minggu (5/4/2020).

Meski ada petugas di lapangan, Syaiful mengatakan hal itu bukan berarti berkompromi. PT. ASDP tidak akan melayani pembelian tiket dalam bentuk apapun kecuali melalui online. PT. ASDP, kata Syaiful, tidak akan melayani. Lagi pula, penerapan kebijakan ini akan membuat pengguna jasanya merasakan layanan yang sesungguhnya dari badan usaha milik negara ini.

“Ya kita tidak melayani, mereka yang akan kesulitan. Karena program ini kan punya target. Ya, harapan kami segera saja beralih ke pembelian online,” katanya.

Pada Mei nanti, PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni tidak akan melayani pembelian tiket manual. Semua pelayanan jual-beli tiket dialihkan ke daring atau online. Namun calon penumpang bakal diberi sedikit kemudahan. PT. ASDP akan menyediakan outlet pembelian tiket online bagi penumpang pejalan kaki di pelabuhan.

Sedangkan kendaraan akan dibuat bufferzone di luar pelabuhan. Inisiatif ini diberlakukan untuk mengantisipasi penumpang pejalan kaki maupun kendaraan yang tidak memiliki telepon pintar untuk mengakses aplikasi tiket online.

Setelah beres, pengguna jasa harus membayar nominal pembayaran tiket online di ATM atau minimarket yang sudah bekerjasama dengan PT. ASDP. Skema inilah yang tengah diterapkan di Pelabuhan Bakauheni. Mulai 1 Mei 2020 sudah tidak ada lagi penjualan tiket di Pelabuhan Bakauheni, semua sudah menggunakan online.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Capt. Solikin, berharap pengguna jasa penyeberangan dapat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Semua yang dilakukan oleh PT. ASDP adalah komitmen komitmen terhadap pelanggan terkait peningkatan mutu pelayanan.

Solikin mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak mempersulit. Tetapi malah mempermudah pengguna jasa untuk memperoleh tiket di mana saja dan kapan saja tanpa ada batasan ruang dan waktu. PT. ASDP akan terus berinovasi memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh pengguna jasa.

“Komitmen kami terhadap pengguna jasa untuk menjadi moda transportasi kapal ferry yang andal menjadi motivasi tersendiri untuk terus berkarya dan berjaya,” katanya.

Pembelian tiket ini dapat melalui aplikasi ASDP Tiket yang dapat diunduh melalui google playstore dan website ferizy.com. Masyarakat dapat mengakses di link tersebut untuk pembelian tiket secara online.

Sedangkan untuk pembayaran online dapat dilakukan di Alfamart, Kantor Pos, Yo Mart dan Pegadaian, dan untuk pembayaran melalui ATM Banking, Mobile Banking dan Internet Banking kami bekerjasama dengan Bank Himbara terdiri dari Bank BRI, BNI, BTN dan Mandiri.

“Saatnya kita beralih untuk melakukan pembelian tiket secara online dengan mudah dan cepat, banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan membeli tiket online seperti mengatur sendiri jam keberangkatan sesuai kebutuhan,” ucapnya.

Transaksi di loket atau tolgate semakin cepat dan nyaman tanpa harus antri berlama-lama, cukup scan Quick Response Code (QR Code) hanya dibawah 30 detik boarding pass bisa dicetak dan diterima.

Momentum saat ini tepat sekali untuk pembelian tiket secara online, agar menghindari keramaian akibat antri di loket, physical distancing yang sudah tentu harus kita patuhi dan laksanakan demi kebaikan kita untuk menghindari penyebaran Covid-19. (rnd)