Tiga Kasus DM Gangren Ditemukan

50
Ist - Petugas PRI Penengahan saat mengunjungi salah satu pasien DM gangren di dusun Pahabung, desa Ruang Tengah, Selasa (21/7/2020).

PRI Penengahan Proaktif Kunjungi Pasien

PENENGAHAN – UPT PRI Penengahan menemukan kasus diabetes melitus dengan gangren. Ada 3 kasus DM gangren yang ditangani. Pertama di desa Pasuruan, Ruang Tengah, kemudian Kuripan. Puskesmas kebanggaan masyarakat kecamatan Penengahan membuka peluang bagi masyarakat yang menderita DM gangren.

Yaitu dengan melaksanakan kunjungan proaktif terhadap pasien. Meski belum banyak dilakukan, PRI Penengahan akan berupaya menindaklanjuti penyakit tersebut dengan memakai teknik rawat luka modern. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen PRI Penengahan dalam memberikan pelayanan.

BACA :  Semua Dusun Target Pembangunan Pemdes Banjarmasin

“Buat pengabdian kita ke masyarakat yang membutuhkan,” kata Kepala UPT PRI Penengahan, Rosalina, kepada Radar Lamsel, Selasa (21/7/2020).

Rosalina melanjutkan, penerapan teknik rawat dilakukan setiap 3 hari sekali. Dalam setiap kunjungannya, puskesmas mengirimkan seorang petugas kesehatan. Jika membutuhkan tenaga tambahan, maka puskesmas akan mengirimkan seorang dokter untuk kunjungan ke rumah pasien.

“Jika sudah bertemu dokter di rawat jalan, tindak lanjutnya cukup perawat luka saja ke rumah pasien. Begitu,” katanya.

BACA :  Pemberdayaan dan Akses Jalan Jadi Prioritas di Tahun 2021

Untuk kunjungan dokter, Rosalina mengatakan pasien tersebut harus memenuhi syarat. Kunjungan dokter berdasarkan tingkat keparahan. Jadi tolok ukur menjadi kepatutan. Khususnya bagi pasien yang mengalami tingkat ekonomi rendah. Artinya, PRI Penengahan memberikan kemudahan akses pasien untuk mendapatkan perawat yang baik.

“Semua gangren itu komplikasi DM, dan mengganggu mobilisasinya. Ada yang menggangu ada yang tidak. Tapi prioritas kami menggali yang gangguan mobilitas, dan ekonomi rendah. Itulah indikasi kunjungan rumah kami,” katanya. (rnd)