Tim Dokumentasi Pusat Publish Perpusseru Pasuruan

649

PENENGAHAN – Tim Dokumentasi Informasi Perpusseru (Perpustakaan Seru) Pusat melakukan kunjungan ke Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Rabu (28/3) kemarin. Lawatan tim itu memiliki maksud melakukan dokumentasi sekaligus pendataan mengenai dampak yang dihasilkan oleh Perpusseru.

Ketua Tim Dokumentasi Informasi Perpusseru Pusat Martadinata menjelaskan, kedatangan timnya ke Desa Pasuruan untuk mendokumentasikan impact story atau dampak dan cerita yang sudah dihasilkan oleh perpusseru di desa itu. “Kami mendata, melakukan shoot video dan dokumentasi berupa gambar yang menunjukkan keadaan perpustakaan,” katanya kepada Radar Lamsel.

Martadinata melanjutkan, hasil dari dokumentasi yang dilakukan itu nantinya akan dipublish di web milik Perpusseru Pusat sebagai sarana informasi dan sosialisasi bahwa kegiatan Perpusseru ada impactnya.
Seluruh lapisan masyarakat, kata dia, harus mengetahui bahwa perpustakaan memiliki dampak luar biasa.

BACA :  Usul Pasang Videotron di Aula Pemkab

“Ini juga sebagai bentuk apresiasi bagi pelaku pembentuk perpustakaan dalam hal ini pegiat literasi dan desa,” pungkasnya.

Pegiat Literasi Lamsel Sugeng Hariyono menambahkan, Perpusseru bukan hanya jadi ladang atau tempat membaca buku saja, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ilmu pengetahuan dan sarana belajar.
“Semoga dokumentasi yang dilakukan oleh tim pusat ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Kepala Desa Pasuruan Kartini mengaku senang dengan kunjungan dan dokumentasi yang dilakukan oleh tim Perpusseru Pusat itu. Kartini berharap hasil dokumentasi itu bisa membawa manfaat bagi Desa Pasuruan.

BACA :  Subdit Tipikor Polda Lampung Sambangi DPUPR

“Karena kegiatan perpustakaan bukan hanya membaca buku saja, tetapi juga dimanfaatkan untuk Internet sebagai sarana mencari informasi dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Menurut Kartini, pihaknya berencana melakukan perubahan terhadap perpustakaan dengan cara menambah anggaran dana desa untuk mengembangkan perpustakaan. “Ada rencana, tapi kita akan lihat lagi. Pembaruan apa dan fasilitas apa saja yang dibutuhkan, sehingga perubahan di perpustakaan nampak terasa bagi masyarakat,” pungkasnya. (rnd)

BAGIKAN