Tim Zainudin Hasan Diancam Sajam

1553
Ist – Kampanye dialogis pasangan ZaiN di Desa Merakbatin Kecamatan Natar diganggu oknum yang tidak bertanggungjawab. Tim Pemenangan ZaiN menyerahkan foto ini sebagai bukti tindakan menghalang-halangi kampanye yang dilakukan seseorang kepada Panwas Pilkada Lamsel, kemarin.

KALIANDA – Tensi politik jelang pilkada Lampung Selatan yang semakin dekat juga semakin ‘panas’. Terbukti kampanye dialogis pasangan calon nomor urut 3 H. Zainudin Hasan – Nanang Ermanto (ZaiN) di Dusun Merakbatin Induk, Desa Merakbatin, Kecamatan Natar pada Senin (9/11) sekitar pukul 19.30 WIB, di’ganggu’ oknum yang tidak bertanggung jawab.
Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, puluhan warga ngelurug dan merangsek masuk tengah-tengah kerumunan warga yang akan mengikuti kegiatan kampanye dialogis dilokasi itu. Mereka mencoba mengganggu jalannya kampanye dialogis pasangan ZaiN.
Massa pengganggu datang disaat calon Bupati Lamsel H. Zainuidin Hasan tiba dilokasi kampanye. Ulah para oknum makin menjadi saat Zainudin Hasan menyalami satu persatu rakyat Lamsel. Para oknum langsung membuat kekacauan dengan merebut microphone yang disebelumnya dipegang oleh tim pemenangan ZaiN. Bahkan, saat akan merebut microphone salah seorang dari puluhan orang itu mengancam dengan sebilah badik.
Namun, tim pemenangan ZaiN dan H. Zainudin Hasan tak bergeming. Bahkan, Zainudin Hasan sempat menenangkan para pendukungnya untuk tetap tenang. Yang pada akhirnya tim pemenangan tetap melaksanakan kampanye dialogis dengan masyarakat.
“Mereka sempat membuat kegaduhan. Tapi kampanye tetap berjalan,” kata leaison officer (LO) ZaiN, Agus Bhakti Nugroho (ABN) kepada Radar Lamsel, kemarin.
Menurut ABN, selain merebut microphone, mereka juga berteriak menggunakan pengeras suara untuk membubarkan kegiatan. Dibagian lain, puluhan oknum itu merangsek didalam kerumunan ribuan massa rakyat pendukung ZaiN sambil mengacungkan salam dua jari keatas.
Tak begitu lama, aparat kepolisian yang mengamankan jalannya kampanye langsung membubarkan upaya-upaya yang dilakukan puluhan oknum tersebut. “Kampanye tetap jalan. Alhamdulillah, rakyat tetap antusias mengikuti kampanye kami,” ungkap ABN lagi.
Karena kejadian itu, sambung ABN, anggota tim pemenangan yang merasa jiwanya terancam dengan sebilah badik langsung melapor ke Mapolsek Natar. Laporan tertuang dalam tanda bukti laporan Nomor : TBL/B-1274/XI/2015/RES LAMSEL/SEK NATAR atas nama pelapor M. Agus Budiantoro.
Kapolsek Natar Kompol Yustam Dwi Heno membenarkan laporan tersebut. Menurut dia, aparat telah menindaklanjuti laporan dengan meminta dan melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi. “Prosesnya masih penyelidikan. Kami sudah periksa dua orang saksi,” kata Yustam kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, kemarin.
Yustam juga mengaku jajarannya masih akan mendalami kasus tersebut. Utamanya mengenai kasus pengancaman yang menggunakan sebilah badik sesuai yang dilaporkan. “Mengenai ini (pengancaman) masih kami dalami,” ungkap Yustam lagi.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan ZaiN, H. Antoni Imam menyesalkan tindakan-tindakan oknum tersebut. Antoni mengatakan, kejadian itu tak seharusnya terjadi karena semua pasangan calon telah berkomitmen untuk menjaga situasi kondusif selama pesta demokrasi berlangsung. Komitmen itu ditunjukan dengan penandatanganan Deklarasi Damai yang digelar dihalaman Mapolres Lamsel sebelum masa kampanye dimulai.
“Semangat kita adalah berbuat untuk rakyat Lamsel. Jadi, kepentingannya adalah rakyat. Jangan sampai justru yang dikorbankan adalah rakyat,” kata Antoni Imam kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, kemarin.
Antoni sendiri masih meyakini semua calon yang bertarung pada pilkada Lampung Selatan memegang teguh komitmen bersama untuk menjada pilkada Lamsel berjalan aman dan damai. “Meski begitu, saya menyesalkan ulah oknum dalam kejadian itu,” sesal anggota DPRD Provinsi Lampung ini.
Terkait upaya-upaya hukum yang telah dilakukan, Antoni mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Termasuk menyerahkan kejadian itu kepada Panwas Pilkada Lamsel beserta Sentra Peneggak Hukum Terpadu (Gakkumdu).
“Kami on the track saja. Menyerahkan segala sesuatunya kepada aturan dan yang menegakkan aturan,” ungkap mantan anggota DPRD Lamsel dua periode ini. (edw)

BACA :  Pandu Kesuma Dewangsa Ajak Masyarakat Lamsel Ciptakan Demokrasi Sejuk