Tingkatkan Kompetensi, Kades dan Sekdes Digilir Bimtek

331

BANDAR LAMPUNG – Kepala Desa se-Lampung Selatan tengah  digembleng untuk meningkatkan kompetensi serta kapabilitas perangkat desa guna menciptakan administrasi desa yang tertib dan lancar.

Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto mengatakan, kegiatan pembinaan administrasi desa ini harus dimanfaatkan dengan baik. Sebab, mau tidak mau, suka tidak suka perkembangan zaman mesti diimbangi dengan kompetensi yang mumpuni.

“Aparat desa harus memanfaatkan bimbingan ini dengan baik agar segala macam bentuk laporan atau penyusunan administrasi bisa dikelola dengan lebih tertib utamanya dalam pemanfaatan aplikasi berbasis online,” kata Nanang di Aula Graha Nusantara Hotel Syariah, Bandar Lampung, Selasa (16/10).

Orang nomor satu di kabupaten berjuluk khagom mufakat ini berpandangan, kepala desa saat ini amat beruntung dengan mendapatkan tambahan ilmu dari bimtek yang digelar. Pasalnya, kata dia, kades di zamannya dulu tak pernah mendapat bimtek semacam ini.

“Kalau zaman dulu saya jadi kades tak ada bimtek seperti ini, maka mindset-nya mesti dirubah dan jangan beranggapan acara ini hanya seremonial saja tetapi pergunakanlah untuk meningkatkan mutu di diri masing-masing,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Otonomi Daerah(Otda), Sekretariat Daerah Pemkab Lamsel Setiawansyah menjelaskan, dilaksanakannya kegiatan itu bertujuan meningkatkan kompetensi dan kapabilitas perangkat desa (Kepala Desa dan Sekretaris Desa ‘red) se-Lamsel.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan tertib administrasi pemerintahan desa sehingga administrasi di desa bisa tertib dan berjalan lancar terutama pada tatacara administrasi menggunakan sistem berbasis online seperti yang disampaikan pak bupati,” terang Setiawan.

Setiawan memaparkan, kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari itu terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pesertanya adalah kades pada 16-17 Oktober 2018, dan gelombang kedua akan diikuti seluruh sekdes pada 17-18 Oktober 2018.

“Kegiatan ini diikuti 256 Kepala Desa, 4 Lurah, berikut Sekretaris Desa, Sekretaris Lurah, dan 17 Kasi Pemerintah se-Lampung Selatan, dengan total sebanyak 537 peserta,” kata Setiawan.

Pantauan Radar Lamsel sebelumnya, Pemkab Lampung Selatan bersama Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Korupsi dari KPK RI, menggelar rapat bersama, di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung.

Tim Korsupgah Korupsi KPK, Juned menjelaskan, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada bulan Februari lalu terkait pemetaan permasalahan dimasing-masing daerah yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana aksi.

“Jadi, pertemuan kita hari ini dalam rangka evaluasi pertama di tahun 2018. Memang, khusus untuk Provinsi Lampung, ini baru yang pertama setelah ditandatangani komitmen bersama dan rencana aksi yang telah ditetapkan,” kata Juned.

Sementara itu, tim Pemkab Lampung yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Fredy SM, menyambut baik pertemuan dengan pihak KPK RI.

“Kehadiran tim Korsupgah Korupsi KPK, semoga mampu memberikan masukan demi perbaikan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Lamsel,” ujar Fredy. (ver)

Berikut liputan Saburai TV:

https://drive.google.com/file/d/1QnjFGOSH_1HNsl1kD05NZ7ygCjzrIJuo/view?usp=drivesdk