Tingkatkan Motivasi, Partisipasi Masyarakat untuk Pembangunan

977
Nyoman Subagio – Bupati Lamsel DR. Zainudin Hasan, M.Hum bersama Ketua Tim penilai lomba desa provinsi Ir. Taufik Hidayat, S.Sos, M.M saat meninjau stand pameran hasil produk pangan dan kerajinan tangan Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang pada penilaian lomba desa, kemarin.

Lomba Desa Tingkat Provinsi Tahun 2017

KETAPANG – Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang benar-benar disulap menjadi desa modern. Penataan dan pembinaan yang maksimal dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Lamsel menjadikan Desa Sidoasih modern, mandiri berbasis IT.

Berbagai potensi yang dimiliki, Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang memang layak mewakili Kabupaten Lampung Selatan dalam lomba desa tingkat provinsi tahun 2017 dan lolos tingkat nasional mewakili Provinsi Lampung.

Potensi-potensi yang dimiliki itu dikelola dengan baik dan menjadi aset untuk kemajuan menuju masyarakat mandiri dan sejahtera. Potensi yang dimiliki diantaranya seni budaya, pertanian, perikanan, produk olahan makanan dan produk kerajinan tangan.

Pjs. Kepala Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang Wurjan mengatakan, berbagai potensi yang dimiliki Desa Sidoasih dikelola dengan baik untuk kemajuan menuju masyarakat mandiri dan sejahtera. “Selain memiliki sejumlah potensi, Desa Sidoasih juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti sarana pendidikan, kesehatan, BUMDes dan tata pemerintahan desa berbasis IT atau internet yang bisa diakses melalui website,” kata Wurjan saat menyampaikan laporan pada penilaian lomba desa tingkat provinsi, kemarin.

Penilaian lomba desa tingkat provinsi itu di pimpin langsung Kepala Bappeda Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, S.Sos, M.M sebagai ketua tim. Kedatangan rombongan tim penilai lomba desa disambut langsung Bupati Lampung Selatan DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum dan sejumlah Forkompimda Lamsel berserta pejabat Pemkab Lamsel.

BACA :  Bawaslu Undang Bakal Calon Bahas APS

Pada kesempatan itu, Bupati Lamsel DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum mengatakan, pembangunan dan pembinaan desa-desa tidak hanya dilakukan pada saat moment lomba desa. Namun, lanjutnya, pembinaan untuk membangun desa harus dilakukan secara terus menerus agar masyarakat mandiri dan sejahtera.

Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Khagom Mufakat ini mengajak kepada masyarakat Lampung Selatan menggalakkan gotong royong didesa-desa dengan motto Lampung Selatan BISA (Bersih, Indah, Sejuk dan Aman).

“Masyarakat memiliki peran peting dalam pembangunan. Bergerak bersama melalui gotong royong dengan motto Lampung Selatan BISA, mudah-mudahan Lampung Selatan semakin maju dan masyarakatnya hidup aman dan sejahtera,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Lamsel putra daerah asal Desa Pisang, Kecamatan Penengahan ini mengharapkan, melalui lomba desa, pola kehidupan masyarakat pedesaan diangkat derajatnya menuju masyarakat pedesaan yang modern. Melalui sejumlah program yang diluncurkan pemerintah, kesejahteraan masyarakat benar-benar dirasakan.

“Salah satu program unggulan adalah mendirikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Program ini akan mendorong pembangunan perekonomian masyarakat di pedesaan. Melalui usaha-udaha didesa seperti warung desa (Wardes) diharapkan mampu membuka peluang usaha yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Lamsel mengharapkan kepada tim penilai dapat memberikan penilaian yang terbaik untuk Desa Sidoasih sehingga menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung dan berhak mewakili Lampung ke tingkat nasional dalam lomba desa tahun 2017.

BACA :  Bupati Dendi Hadiri Pengajian Akbar Desa Taman Sari

“Mudah-mudahan dengan kerja keras dan doa kita bersama, tim penilai lomba desa tingkat provinsi memberikan yang terbaik untuk Desa Sidoasih dan lolos ke tingkat Nasional,” harapnya disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang hadir dalam acara itu.

Sementara itu, Ketua tim penilai lomba desa Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, S.Sos, M.M mengatakan, evaluasi terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintah desa, pemerintah menerbitkan peraturan menteri dalam negeri nomor 81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan. Evaluasi ini guna mengetahui efektivitas dan status perkembangan serta tahapan kemajuan desa.

“Melalui instrumen ini dapat menilai serta menentukan status tertentu dari capaian hasil tingkat perkembangan desa dalam penyelenggaraan pemerintah, kewilayahan dan kemasyarakatan. Lomba desa ini meliputi bidang pemerintahan, bidang kewilayahan dan bidang kemasyarakatan dengan 69 indikator penilaian,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, lomba desa ini dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kompetensi dan motivasi, partisipasi masyarakat dan swadaya gotong royong secara terarah, terkoordinasi, terpadu dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini bermanfaat sebagai tolak ukur dalam melihat efektivitas dalam membangun desa melalui pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, prilaku, kemampuan serta memanfaatkan sumberdaya melalui penetapan kebijakan,” papar Taufik Hidayat saat membacakan sambutan Gubernur Lampung, kemarin. (man)

BAGIKAN