TKW Asal Sidowaluyo Meninggal di Taiwan

1126

SIDOMULYO – Ni Komang Ratna Anitia (32), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo meninggal dunia di Taiwan. Belum jelas apa penyebab meninggalnya TKW tersebut. Namun diduga ada unsur tindak pidana atas kematian korban.
Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, korban bekerja diluar negeri sejak 2015 lalu dengan meninggalkan suami dan ketiga orang anaknya yang masih kecil.
Menurut Made Sudastra (36), suami korban mengatakan, pihak keluarga baru mendapat kabar tentang kematian korban pada Senin (30/5) lalu melalui surat yang disampaikan oleh PT. Mitra Harta Insani sebagai penyalur tenaga kerja diluar negeri. “Kami sekeluarga diberitahu melalui surat tersebut,” kata dia kepada Radar Lamsel, Kamis (2/6) kemarin .
Dikatakannya, korban terakhir menghubungi keluarganya beberapa minggu yang lalu. Namun korban hanya menanyakan kabar anak-anaknya dan tidak menceritakan hal-hal yang janggal. “Terakhir kali menghubungi kami, ia hanya menanyakan kabar ketiga anaknya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Sudastra menjelaskan, isi keterangan surat tersebut menerangkan, jika pemulangan jenazah masih menunggu hasil outopsi dari pihak pengadilan di Taiwan. Outopsi dilakukan karena ada unsur pidana terhadap kematian korban. “Sementara kami sedang menunggu kabar selanjutnya mengenai hasil otopsi tersebut,” katanya lagi.
Pihak keluarga, sambungnya, belum mau menyimpulkan penyebab kematian korban, apakah benar ada unsur pidana mengenai kematian korban atau meninggal karena kecelakaan. “Kami belum berani menyimpulkan, karena masih simpang siur,” imbuhnya.
Sudastra mengharapkan kepada PT. Mitra Harta Insani agar terus memberitahukan perkembangan yang terjadi mengenai musibah ini. “Untuk saat ini kami sekeluarga masih menunggu informasi ter update, kapan jenazah akan dipulangkan ke tanah air dan apa penyebab kematiannya,” ujar pria ini saat ditemui dikediamannya.
Sementara itu Pejabat sementara (Pjs) Kades Desa Sidowaluyo Suhaidi membenarkan jika ada warganya yang meninggal dunia di Taiwan. “Saya juga mendapat surat pemberitahuan terkait masalah ini, karena memang benar korban merupakan warga Sidowaluyo,” katanya.
Suhaidi menerangkan jika isi keterangan dalam surat tersebut pihak keluarga korban diminta bersabar dan menunggu hasil outopsi yang dilakukan pihak pengadilan Taiwan. “Sedang dioutopsi, karena ada unsur tindak pidana dalam kejadian ini,” katanya lagi.
Terlepas dari benar atau tidaknya kabar tersebut, Suhaidi mengharapkan agar keluarga korban bisa sabar menunggu kabar selanjutnya mengenai kematian Ni Komang Ratna Anitia. “Sebagai Pjs Kades, saya akan terus mencari informasi terbaru agar pihak keluarga tidak resah menunggu,” pungkasnya. (ver)

BACA :  Forkopimda beri Contoh Vaksin Aman