TNI-AL Maksimalkan Potensi Lahan Pangkalan Lampung

23
ILUSTRASI
TELUK PANDAN – Untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di wilayah pesisir ditengah pandemi Covid-19, TNI-AL memberdayakan petani dan nelayan dengan memaksimalkan potensi lahan disekitar pangkalan TNI AL Lampung.
“Kedatangan saya kesini mengecek program ketahanan pangan di Provinsi Lampung ini. Kami sudah membuat perencanaan dengan memanfaatkan lahan di Teluk Ratai dengan melibatkan sebanyak mungkin masyarakat, baik petani maupun nelayan. Kami mempunyai tugas membina desa-desa pesisir,” ujar Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) KASAL, Mayjen TNI (MAR) Widodo Dwi Purwanto, saat meninjau program ketahanan pangan di Mako Yonif 9 Marinir Desa Batumenyan, Kecamatan Teluk Pandan, pekan lalu.
Dijelaskan Widodo, dalam penerapan program ketahanan pangan tersebut pihaknya mengalami kendala teknis seperti keterbatasan anggaran dan SDM yang menguasai di bidang pertanian maupun perikanan. Untuk itu pihaknya berharap program ketahanan pangan AL dapat bersinergi dengan program di pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Kita sudah mulai koordinasi dan Alhamdulillah didukung penuh oleh provinsi maupun kabupaten, termasuk Unila dan Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Lahan Angkatan Laut di Provinsi Lampung masih sangat luas dan akan kita kembangkan lagi,” ucapnya.
Dikatakan, program peningkatan pangan tidak hanya di wilayah pesisir Pesawaran, tetapi seluruh lahan TNI-AL di Indonesia saat ini sesuai intruksi Menteri Pertahanan, akan dimanfaatkan secara berkesinambungan untuk membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat ditengah pandemi Covid-19.
“Tentunya disesuaikan dengan potensi masing- masing wilayah di Indonesia. Dan tentunya program ketahanan pangan ini berkesinambungan,” pungkasnya.
Sementara, Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS Piabung Lampung, Kolonel (Mar) Nawawi, S.E.,M.M mengatakan, untuk meningkatkan ketahan pangan selama masa pandemi Covid-19, Brigif 4 Marinir/BS berperan melaksanakan program terhadap tiga kelompok bidang.
“Untuk meningkatkan ketahanan pangan dipesisir Pesawaran, ada tiga kelompok program Brigif 4 Marinir/BS diantaranya bidang pertanian, bidang peternakan dan bidang perikanan,” ujar Nawawi.
Dikatakan Nawawi, untuk bidang pertanian terdapat pengelolaan sawah dan perkebunan jagung dengan lahan awal seluas 4 hektar dan masih pada tahap pengembangan.
“Untuk bidang pertanian, kami mengembangkan penanaman jagung dan padi. Awalnya lahan yang dikelola seluas 4 hektar dan nanti akan kita kembangkan sampai 50 hektar,” ucapnya.
Selain itu, untuk bidang perikanan Brigif 4 Marinir/BS Piabung Lampung bekerjasama dengan balai besar dan akademisi dari universitas lampung (Unila) saat ini telah mengelola empat keramba jaring apung dan mengembangkan udang vaname dan ikan air tawar menggunakan kolam bioflok.
“Saat ini kita juga mengembangkan keramba jaring apung dan saat ini kami mempunyai empat keramba. Namun, dari awal perkembangan itu sudah cukup bagus. Disamping itu, untuk kolam bioflok di darat kami mengembangkan udang vaname dan ikan air tawar,” tuturnya.
Selanjutnya, Brigif 4 Mar/BS juga mengelola peternakan penggemukan sapi dan kambing dengan jumlah awal sebanyak 100 ekor kambing dan 10 ekor sapi.
“Di bidang peternakan, kami akan melaksanakan penggemukan hewan ternak sebanyak 100 ekor kambing dan sapi 10 ekor sapi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Nawawi mengatakan selain dari kelompok petani dan nelayan, adapula kelompok dari brigif ikut serta dalam peningkatan ketahanan pangan dipesisir Pesawaran.
“Selain kelompok petani dan nelayan, ada kelompok dari brigif ikut serta didalamnya . Nanti dari hasil yang didapatkan, semua untuk masyarakat agar program ini bisa berjalan secara berkesinambungan. Seperti perikanan untuk jadi benih kembali , pertanian untuk bibit, pestisida dan lain sebagainya,” tandasnya. (eggy/esn)