TNI Donor Darah, Terkumpul 80 Kantong

26
TNI Donor Darah, Terkumpul 80 Kantong

KALIANDA – Kodim 0421/LS menggelar bakti sosial donor darah. Kegiatan kemanusiaan yang digelar di aula Parikesit Makodim, Senin (21/9/2020) ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) TNI yang ke-75. Bukan hanya dari kalangan TNI saja.

Beberapa anggota dari dinas, dan institusi lain seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Polres Lampung Selatan juga ikut menyumbangkan darahnya. Dari kegiatan itu, sedikitnya Kodim 0421/LS menghasilkan 80 kantong darah yang didonorkan dari 80 personel gabungan tersebut.

Pasiter Kodim 0421/Lampung Selatan, Kapten Cba. Siswoko, mengatakan kegiatan bakti sosial donor darah yang diselenggarakan Kodim untuk mewujudkan kepedulian TNI dalam berbagi dan membantu sesama. Khususnya bagi yang membutuhkan darah.

BACA :  Jaga Portal Pasar Inpres, Satpol PP Tunggu Instruksi

“Serta menjaga kesehatan bagi pendonor. Jadi kita mendapat dua manfaat sekaligus,” katanya.

Perwira dengan pangkat balok emas tiga di pundak ini melanjutkan, selain kedua hal tersebut, kegiatan donor darah juga bisa dijadikan sarana untuk memupuk sinergitas antara TNI/Polri di Kabupaten Lampung Selatan. Apalagi hubungan keduanya sealama ini sudah berjalan dengan sangat baik.

Mewakili Dandim 0421/LS, Siswoko mengapresiasi kehadiran sejumlah anggota dari dinas, instansi, dan Polri. Menurut dia, kegiatan kemanusiaan ini tidak akan berjalan sesuai rencana tanpa adanya dukungan dari Pihak tersebut. Dia berharap darah yang dihasilkan bisa membantu orang banyak.

BACA :  Ayah Oliv Akui Anaknya Diancam Dibunuh

“Mudah-mudahan darah yang kita yang disumbangkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.

Meski kegiatan ini dilakukan untuk memperingati hari jadi TNI, Kepala UTD PMI Lampung Selatan, dr. Reni Indrayani, berharap bakti sosial ini tidak hanya dilaksanakan dalam waktu atau momen tertentu saja. Tetapi dilakukan secata rutin, minimal setiap tiga bulan sekali.

“Jadi harapan kami seperti itu. Jika bisa, atau paling paling tidak, tiga bulan sekali guna menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Lampung Selatan,” katanya. (rnd)