Tokoh Masyarakat Dukung Yudi Jabat Pj.Kades

3
Ist – Bukti dukungan tokoh masyarakat kepada Yudi untuk menjabat sebagai Pj.Kades Margomulyo.

Dugaan Manipulasi Pernyataan Mundur Perangkat Desa

JATI AGUNG – Dukungan masyarakat Desa Margomulyo terhadap Yudi Kasuma terus mengalir, bahkan sejumlah tokoh masyarakat menilai desanya akan lebih baik jika dipimpin oleh warga asli desa tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Dusun 1, Desa Margomulyo Ngatno (45) mengatakan adanya isu bahwa para perangkat desa akan mundur jika Yudi Kasuma ditunjuk sebagai Pj Kades adalah permainan oknum yang tidak menyukai Yudi secara pribadi. “Bahkan saya melihat sendiri beberapa perangkat desa justru menemui pak Yudi dan meminta maaf bahwa mereka tidak pernah membuat pernyataan mundur,” katanya kepada Radar Lamsel, Senin (13/1).

Ia menambahkan, hampir seluruh masyarakat justru mendukung dan menerima Yudi Kasuma menjabat kades sebab merupakan putra asli desa tersebut bahkan lahir di Desa Margomulyo. “Bahkan orang tuanya pernah menjadi Kades Margomulyo dua kali, pak Yudi juga lahir disini, jadi kami yakin akan tulus untuk desa,” katanya.

BACA :  Tertimpa Rumah Ambruk, Satu Keluarga Selamat

Warga lainnya Nano (43) menegaskan bahwa masyarakat sangat berharap agar Plt. Bupati Lamsel H Nanang Ermanto benar-benar menunjuk Yudi Kasuma menjadi Pj Kades. “Ya daripada orang lain yang bukan warga sini, mendingan pak Yudi. Kami sudah paham orangnya dan yakin akan membangun desa,” ujarnya.

Dugaan adanya penolakan terhadap Pj Kades Margomulyo Yudi kasuma yang direkomendasikan Pemerintah Kecamatan Jati Agung oleh perangkat desa mulai terkuak, bahkan sejumlah perangkat desa justru mengaku tidak pernah menyatakan penolakan tersebut.

BACA :  Belum jadi Kades Sudah Diributkan

Surat pengunduran diri yang dilayangkan kepada Camat Jati Agung Jhoni Irzal diduga akal-akalan oknum aparat desa yang tidak menyukai Yudi secara pribadi.

Menurut pengakuan salah satu aparat Desa Margomulyo yang menolak namanya disebutkan mengaku tidak pernah membuat pernyataan mundur tersebut. “Ada oknum yang menggunakan nama kami, bukan hanya saya tetapi ada beberapa orang lainnya juga,” tuturnya.

Ia menegaskan, pernyataan mundur dari perangkat desa itu merupakan daftar hadir yang kemudian dimanipulasi menjadi pernyataan mundur. “Saya tidak tahu kalau itu pernyataan mundur, saya tahunya cuma daftar hadir,” pungkasnya. (Kms)

BAGIKAN