Tolong Pak Gubernur…!! Tarahan – Rangai Banjir Lagi

102
Ist - Pemukiman penduduk di Desa Rangai Tri Tunggal dan Tarahan terendam banjir Kamis (13/8) malam.

KATIBUNG – Hujan lebat seharian yang terjadi kemarin, menyebabkan banjir merendam pemukiman penduduk di Desa Tarahan hingga Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kamis (13/8).

Akibatnya pemukiman penduduk di dua desa itu terendam banjir. Pemicunya klasik, saluran gorong-gorong yang berada di Jalan Lintas Sumatera belum sepenuhnya di perlebar.

“ Kami kebanjiran lagi, sudah se-lutut air yang merendam pemukiman. Setiap hujan lebat seharian pasti begitu terus, maunya diperlebar gorong-gorongnya. Padahal ada perusahaan banyak di sekitar Rangai bisa jadi itu pula pemicunya, menghambat,” ujar pria yang mengaku bernama Syaifudin kepada wartawan koran ini.

Terpisah, mantan legislator Lamsel Akbar Gemilang menilai penyebab banjir di wilayah itu tak lain adalah drainase yang buruk. Dari beberapa titik gorong-gorong, baru di Tarahan saja yang diperlebar, namun tetap saja kebanjiran.

BACA :  Aktifitas Pengerukan PT. TS Dicurigai Tak Berizin

“ Tetap kebanjiran, kan titik lain belum diperlebar ya percuma dong. Di Tarahan saja yang sudah dilebarkan masih terendam karena memang yang di Perumahan Rangai Tri Tunggal belum diperhatikan,” sebut mantan Anggota Komisi D DPRD Lamsel.

Ia mengatakan ratusan rumah dipastikan terendam banjir. Oleh karenanya ia mendesak Pemprov Lampung untuk segera mengambil sikap alias bertindak konkrit agar rakyat tak kebanjiran melulu.

“ Perlu langkah konkrit dong. Masak sudah banjir begini masih diam saja, kasihan rakyat. Rakyat sudah menjerit-jerit minta diperhatikan agar tak kena banjir saja kok susah sekali dibantunya,” tegas dia.

BACA :  Aktifitas Pengerukan PT. TS Dicurigai Tak Berizin

Mantan Ketua AMPG Lamsel ini menyarankan perlunya perbaikan cepat bukan sekedar dipantau saja. Sebab masyarakat sudah berkali-kali mengalami musibah musiman ini.

“ Mohon dilihat dan diambil langkah cepat dari Pemprov. Supaya kepercayaan masyarakat ini tetap terjaga kepada pemerintahnya, kalau masih begini-begini terus ya kasihan masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, mayoritas pemukiman di dua desa itu masih tergenang air setinggi lutut. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah ikut terendam banjir. Sebagian memutuskan tinggal didalam rumah, sebagian memutuskan mengungsi di rumah kerabat mereka. (ver)