Tren Pesantren Dimata Wagub Nunik

319
Rifky - Wagub Lampung Chusnunia Chalim saat peletakkan batu pertama pembangunan Ponpes di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Jumat (2/8) pekan lalu.

Imbau Ortu Didik Anak Di Ponpes

TANJUNG SARI – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengajak para orang tua untuk dapat mendidik anak-anaknya didunia pesantren.

Cemerlang dalam karir politik, namun Nunik sapaannya tak lantas melupakan bahwa basis pendidikan yang dikenyam merupakan buah dari pendidikan pesantren. Itu disampaikannya saat peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhotul Fawaid di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari Jumat (2/8), pekan lalu.

Mantan Bupati Lampung Timur itu mengatakan bahwa dari Pemerintah Provinsi Lampung sendiri mendukung berdirinya Ponpes Roudhotul Fawaid dan akan membantu pembangunan ponpes tersebut. “Masalah biaya Insyaallah kami bantu supaya pembangunan ponpes ini dipercepat,” ucapnya.

BACA :  Ibu Sakit, Ayah Wafat, Siswa SMA jadi Tulang Punggung

Ketua DPW PKB Lampung itu mengimbau, kepada para tamu undangan untuk mendidik anak-anaknyanya kejenjang pendidikan yang berbasis pesantren. “Banyak ilmu yang kita dapat dari pondok pesantren yang tidak ada di tempat lain, seperi ilmu akhlak, ilmu fiqih, bahkan ilmu berpidato kita dapat dari pondok, misalnya saya,” ujarnya.

Pada saat yang sama, dia juga menganjurkan untuk meperbanyak bacaan shalawat yang menurutnya dapat mempermudah segala urusan. “Baca sholawat yang banyak, semoga syafaat nabi mempermudah segala urusan kita,” kata dia.

Selain itu, kepala pengurus Ponpes Raudhatul Fawaid Isroni mengatakan, lokasi yang akan didirikan ponpes ini merupakan tanah milik Haji Sugito yang telah menghibahkan tanahnya untuk dijadikan ponpes. “Di lahan seluas setengah hektar ini nantinya akan kami dirikan pesantren,” bebernya.

BACA :  Ibu Sakit, Ayah Wafat, Siswa SMA jadi Tulang Punggung

Isroni juga mengatakan, pendidikan yang dipelajari di ponpes tersebut berupa hafalan (hafid) dan mempelaji kitab-kitab. “Tingat sd fokus ke hafid, tingakat smp mungkin hafid dan kitab, tingkat sma kami fokuskan ke kitab,” tuturnya.

Isroni menambahkan, bahwa lahan yang akan didirikan ponpes itu sebelumnya merupakan perkebunan karet. “Kami bersama warga lainnya melakukan gotong royong untuk membersihkan dan meratakan lahan,” imbuhnya. (CW1/kms)