Tujuh Desa Belum Dapat Kartu BPNT

309
Ilustrasi BPNT

PALAS – Pembagian kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Palas belum 100 persen tersalurkan ke semua desa. Hingga saat ini masih ada tujuh desa yang belum menerima pembagian kartu tersebut.

          Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Palas Sutrisno mengatakan, untuk di Kecamatan Palas masih terdapat tujuh desa yang belum menerima pembagian kartu BPNT.

          Sutrisno menyebutkan, ketujuh  desa tersebut yakni, Desa Palasaji, Palaspasemah, Palasjaya, Bandanhurip, Mekarmulya, Pulautengah dan Bumirestu. Akibatnya, Kelurga Penerima Manfaat (KPM) di tujuh desa itu belum bisa melakukan pencairan.

          “Dari 21 desa masih ada tujuh desa lagi yang belum merima kartu BPNT sehingga untuk KPM murni BPNT belum bisa melakukan pencairan,” ujar Sutrisno kepada Radar Lamsel, Minggu (10/2).

BACA :  UMKM Harus Punya Izin Usaha

          Sutrisno menerangkan, keterlambatan pembagian kartu bantuan sosial BPNT ini lantaran disebabkan berakhirnya kontrak kerjasama penyaluran antara Bank BRI dan Kementerian Sosial. Sedangkan masih terdapat desa yang belum menerima penyaluran kartu BPNT.

          “Kontrak kerjasama penyaluran kartu BPNT antara BRI dan Kemenson sudah habis pada 31 Januari kemarin. Sedangkan kartu BPNT belum tersalurkan ke semua desa. Selain itu penyerahan formulir AR 01 dari desa memang terlambat,” ucapnya.

          Menurut Sutrisno, saat ini Dinas Sosial Lampung Selatan sudah mengajukan surat ke Kementerian Sosial untuk melanjutkan penyaluran kartu BPNT kembali. “Dinsos Kabupaten sudah mengajukan surat di Kemenso agar pihak BRI melanjutkan kembali penyaluran karu BPNT. Tapi waktunya kami memang belum tahu,” jelasnya.

BACA :  Warga Bumi Restu Ogah Ikut Pilkada

          Lebih lanjut Sutrisno menerangkan, untuk di Kecamatan Palas penerima bantuan BPNT sebanyak 5.517 KPM yang terdiri dari 1.629 BPNT murni dan 3.888 KPM irisan Program Keluarga Harapan (PKH).

          “Sementara untuk pencairan tidak ada kendala. Memang  sempat ada beberapa saldo yang masih nol. Namun setelah diurus ke BRI, saldo sudah masuk ke rekening masing-masing,” tutur Sutrisno. (vid)