Tujuh Desa Rampung Susun Data Penerima BLT

79
David Zulkarnain - Musyawarah final penentuan calon penerima bantuan BLT di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Senin (11/5).

PALAS – Pemerintah Kecamatan Palas terus berupaya mendorong aparatur desa untuk mempercepat penyusunan data penerima bantuan langsung tunai (BLT) untuk menanggulangi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat selama pandemi Covid-19.

Hingga saat ini dari 21 desa yang ada di Kecamatan Palas baru terdapat tujuh desa yang telah final menyusun data penerima keluarga penerima manfaat (KMP) yang akan di-cover, Dana Desa (DD), Dinas Sosial, dan Kementerian Sosial.  Sementara 14 desa lainnya masih dalam tahap verifikasi data KPM dan musyawarah tingkat desa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Eknomi dan Pembangunan Kecamatan Palas Suyadi pada saat menghadiri Musyawarah Desa Khusus Validasi Final BLT di Desa Sukaraja, Senin (11/5).

Dalam kesempatan tersebut Suyadi mengatakan, Pemerintah Kecamatan Palas terus berupaya mendorong pemerintah desa mempercepat menyusun data penerima bantuan BLT. Hal ini dilakukan agar bantuan tersebut bisa segera diterima oleh masyarakat.

BACA :  Penderitan Tumor Berharap Dermawan

“Kami Pemerintah Kecamatan Palas terus mendorong aparatur des agar penyusunan data penerima bantuan BLT selama pandemi ini bisa dipercepat,” ujar Suyadi memberikan keterangan kepada Radar Lamsel.

Suyadi menyebutkan, hingga saat ini dari 21 desa yang ada di Kecamatan Palas baru terdapat tujuh desa yang telah menyelesaikan penyusunan data peneriman bantuan BLT tersebut.

Ke tujuh desa tersebut yakni, Desa Suka Mulya, Bumidaya

Suka Mulya. Bumidaya, Bangungan, Pulau Tengah, Suka Bakti, Bandan Hurip, Palasjaya. Sementara 14 desa sisanya masih dalam tahap verifikasi final dan  musayawarah tingkat desa.

“Baru tujuh desa yang sudah menyusun data fix, final. Sementara sisanya masih dalam tahap musyawarah final untuk menentukan calon penerima bantuan BLT, salah satunya desa Sukaraja saat ini,” ucap Suyadi.

BACA :  Dua Bulan Selesai Ditambal, Jalan Rusak Lagi

Suyadi menjelaskan, tujuh desa yang telah menyusun data KPM bantuan BLT tersebut akan segera menyusun perubahan APBDes, untuk mengalokasikan anggaran dana bantuan yang akan di-cover  dari DD.

Menurut Suyadi, setiap KPM BLT yang di-cover oleh DD dan Dinas Sosial akan menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan. Sementara yang ter-cover Kementerian Sosial akan meneri bantuan dengan julah yang sama, namun selama sembilan bulan.

“Desa yang sudah melakukan APBDes perubahan juga kita dorong untuk menyusun proposal pencairan DD tahap dua 13 Mei mendatang. Dengan harapan bantuan BLT ini bisa diterima oleh masyarakat sebelum hari lebaran,” harapnya. (vid)