Unjuk Rasa Ditunda, FHK2I Berharap Ada Kejelasan

458

KALIANDA – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang bakal digelar Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) di setiap daerah, pada 25 Oktober 2017 ditunda. Pasalnya, hingga saat ini pengurus FHK2I pusat masih menunggu hasil kesepakatan persuasive dengan pihak-pihak terkait.

Informasi yang dihimpun, aksi unjuk rasa yang telah dilakukan beberapa kali ini tidak lain menuntut pemerintah pusat memikirkan nasib pegawai honorer K2 yang dinyatakan tidak lolos seleksi pada pengangkatan CPNS dari jalur honorer K2.

Ketua FHK2I Lamsel Setiawan menginformasikan hal tersebut kepada Radar Lamsel, kemarin. Dia menegaskan, penundaan rencana aksi unjuk rasa yang telah disepakati jajaran pengurus pusat secara besar-besaran karena terdapat berbagai hal dan pertimbangan.

BACA :  Rawan Berstatus Zona Merah

“Yang pasti, bakal ada aksi massa besar-besaran dari para pegawai honorer K2 yang sampai sekarang ini status kami tidak jelas. Memang rencanaya besok aksi akan dilakukan. Tetapi, ada instruksi dari pengurus pusat untuk menunda sampai dengan bulan November. Mudah-mudahan, ada pertanda baik bagi kami para pegawai honorer K2,” ungkap Setiawan di sekitaran Kantor Pemkab Lamsel, kemarin.

Koordinator Wilayah (Korwil) FHK2I Lamsel ini menambahkan, honorer K2 di Provinsi Lampung siap mengirim 5.000 massa untuk menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar bisa diangkat menjadi CPNS. Pasalnya, selama ini pengabdian yang telah diberikan kepada pemerintah cukup banyak.

“Nasib kami ini tidak jelas selama ini. Sementara rekan-rekan K2 lain yang lolos seleksi telah dinyatakan sebagai CPNSD.  Yang bisa kami lakukan selain koordinasi secara persuasive adalah dengan cara unjuk rasa. Mudah-mudahan, dengan begitu aspirasi kami bisa di dengar oleh pemegang kekuasaan,” imbuhnya.

BACA :  Tahun Depan LPJU Urusan Dishub

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk wilayah Lamsel sendiri setidaknya terdapat 988 orang tenaga honorer K2 yang berharap bisa diangkat menjadi CPNS oleh pemerintah. Baik honorer dari tenaga pengajar maupun tenaga tekhnis.

“Tujuan kami hanya satu, PNS harga mati. Kami tidak akan berhenti berusaha agar pemerintah pusat membuka mata hatinya dan mengangkat kami honorer K2 yang sudah mengabdi selama puluhan tahun,” pungkasnya. (idh)