UPT Disdik : Sekolah Dilarang Gelar Acara Perpisahan

1089
Kepala UPT Disdik Kecamatan Kalianda Syaifulloh, S. Pd

KALIANDA – Tidak lama lagi siswa-siswi kelas VI dan kelas IX SD dan SMP akan mengakhiri kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun pelajaran 2016-2017.

Sudah menjadi kebiasaan tahunan, setiap ada kelulusan siswa sudah pasti masing-masing sekolah menggelar acara perpisahan sekolah, tak terkecuali SD dan SMP yang ada diwilayah Kecamatan Kalinda.

Biasanya, untuk melaksanakan acara tersebut (perpisahan, red) tak jarang pihak sekolah pun akan menarik iuran perpisahan dari masing-masing siswa dengan jumlah yang bervariasi.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yakni adanya tudingan melakukan pungutan liar (Pungli) di sekolah.

Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Kalianda telah jauh-jauh hari memberikan imbauan kepada seluruh SD dan SMP di Kecamatan Kalianda untuk tidak menggelar acara perpisahan sekolah.

“Kami telah imbau agar pihak sekolah baik SD maupun SMP yang ada di wilayah Kecamatan Kalianda untuk tidak menggelar acara perpisahan sekolah, apa lagi sampai memungut biaya yang cukup besar untuk menggelar acara tersebut,” ujar Kepala UPT Disidik Kecamatan Kalianda Syaifulloh kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, Minggu (7/5), kemarin.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan perpisahan yang digelar secara berlebihan dan bermewah-mewahan tentunya akan berimbas pada jumlah iuran yang jumlahnya tidak sedikit.

“Tapi jika pihak orang tua atau wali murid tetap memaksa agar diadakanya acara perpisahan tersebut, ya monggo silahkan saja. Tapi kami mengingatkan kepada pihak sekolah untuk tidak ikut campur dalam hal kepanitiaan atau penggalangan dana,” terangnya.

“Artinya, pihak sekolah hanya sebagai tamu undangan saja, sementara untuk kepanitiaan itu diserahkan semuanya kepada wali murid atau orang tua siswa,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Syaifulloh, agar tidak menimbulkan persoalan yang bakal mencoreng dunia pendidikan di kabupaten Lampung Selatan, pihaknya meminta kepada pihak sekolah agar  meniadakan acara perpisahan sekolah. “Kami minta tahun ini semua SD dan SMP untuk meniadakan acara perpisahan. Cukup diumumkan saja kelulusannya, lalu dibagikan ijazah nya dengan cara sederhana,” pungkasnya. (iwn)