Usai Kondangan, Ratusan Orang Kolaps

652

Hasil Uji Lab 12 Sampel Makanan Keluar Hari Ini

CANDIPURO – Sedikitnya 228 orang warga Dusun II Desa Banyumas Kecamatan Candipuro kolaps setelah mengkonsumsi makanan pada acara hajatan. Tak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, hajatan dikediaman Ujang Opik (52) dilaksanakan pada Selasa (3/7). Mayoritas kerabat dan tamu undangan yang hadir dan makan di acara tersebut baru menunjukan gejala sakit sekitar pukul 02.00 – 03.00 WIB Rabu pagi.

Kasus ini masuk dalam daftar Kasus Luar Biasa (KLB) bidang kesehatan yang terjadi sepanjang tahun 2018. Pasalnya, ruangan rawat inap UPT Puskesmas Candipuro tak mampu membendung pasien yang berdatangan sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Kasubag TU Puskesmas Candipuro menuturkan pasien mulai membeludak sejak pukul 08.00 WIB, mayoritas kata dia mengalami gejala kejang-kejang, muntah, gatal-gatal hingga lemas lunglai akibat diare.

“ Data yang kami himpun berdasar pasien yang dirawat di puskesmas Candipuro 32 orang, Puskesmas Sidomulyo 2 orang, di klinik Candipuro 3 orang, dan sedikitnya 50 orang dirawat di Banyumas. Sisanya sebagian sudah berangsur pulih,” kata Sholatan merinci jumlah korban.

Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pasien, Sholatan menuturkan berdasar instruksi Dinas Kesehatan, empat Puskesmas dilibatkan dalam penanganan kasus ini diantaranya Puskesmas Sidomulyo, Way Panji, Way Sulan dan Talang Jawa.

“ Kami juga mendirikan posko pelayanan di Dusun II Desa Banyumas, sebab disana juga banyak yang dirawat dirumah masing-masing dalam pengawasan tim medis,” ujarnya.

Sholatan menjelaskan mayoritas pasien berusia diatas 5 tahun, hanya beberapa saja yang berusia dibawah lima tahun. Bantuan berupa tenaga medis dan alat medis pun lanjutnya sudah disiagakan.

BACA :  Usulan KPM PKH Baru Diverifikasi

Sementara dr. Agustina Ambar yang menangani sebagian besar pasien menuturkan korban menunjukan gejala muntah, gatal, pusing hingga lemah lunglai akibat buang air terus menerus.

“ Mayoritas terkena diare, maka banyak yang lunglai. Sebab reaksi yang dirasakan warga terjadi sejak pukul 02.00 WIB Rabu pagi,” ujar Dokter yang sibuk menangani pasien di Puskesmas Candipuro itu.

Hesti (40) salah satu korban menuturkan dirinya merasa mual dan pusing setelah mengkonsumsi makanan jenis sop dan bihun pada acara hajatan dikediaman Ujang Opik. “ Sekeluarga hampir mual semua, ketika datang ke puskesmas ternyata banyak juga yang menderita sama persis dengan yang saya rasakan,” kata dia kepada Radar Lamsel di Puskesmas Candipuro.

Pada Bagian lain Camat Candipuro Wasidi mengamini bahwa warga Dusun II Desa Banyumas menggelar hajatan Selasa lalu. Ironisnya tuan rumah pun ikut serta mendapat penanganan medis.

“ Iya, indikasinya memang diduga keracunan. Bahkan tuan rumah yang punya hajat juga ikut dirawat oleh tim medis lantaran muntah serta lunglai. Terlepas dari itu semua tim bergerak menangani kejadian ini,” ucapnya.

Dari segi hukum, Kapolsek Candipuro AKP. Maryanto mengatakan belum bisa menyimpulkan apapun sebab kejadian ini masih belum dapat dipastikan apa penyebabnya.

“ Hasil uji lab masih ditangani Dinkes Lamsel dan informasinya baru akan keluar Kamis (hari ini ‘red), jadi kami baru bisa menanggapi sebatas pertolongan pertama dan pengamanan untuk pasien dan tenaga medis saja,” terangnya.

Maryanto menerangkan bila hasil lab belum keluar, maka banyak asumsi yang bertebaran. Disisi lain penegak hukum juga tetap mengawasi apakah ada unsur kesengajaan atau tidak pada kasus yang membahayakan banyak orang.

BACA :  Pohon Tumbang, Nyawa Melayang

“ Nantikan dulu hasil lab nya, kalau memang ada unsur kesengajaan maka kepolisian akan menegakkan hukum namun kalau toh ini kecelakan maka seyogyanya ada bimbingan terhadap tingkat higienitas makanan konsumsi masyarakat,” urainya.

Data yang dihimpun petugas medis terdapat 13 jenis makanan yang sudah diambil sempel. Diantaranya bakso daging, lele goreng, bihun putih, pare tumis, ayam sayur, sayur nangka, bumbu pecel, tumis dan tumis nangka. Sedangkan jenis kue yang disempling diantaranya kue bolu, lemper, lapis tape dan dodol.

“ 13 sempel sudah diserahkan ke lab Dinkes untuk diperiksa kandungannya. Termasuk juga sempel air yang digunakan untuk memasak ikut diperiksa,” kata Eka Mayasari petugas Puskesmas Candipuro.

Belasan Pasien Dirujuk ke RSUD Bob Bazar

Hingga Pukul 20.00 WIB Rabu malam, pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda terus bertambah.

Pantauan Radar Lamsel ruang High Care Unit (HCU) di rumah sakit berplat merah itu dihuni 10 orang pasien dengan kasus yang sama. Nama pasien yang ditempatkan di HCU antaranya, Solehudin (15) Solihin (35),  Nasir (46),  Omay (45), Syafe’i (22) Suryani (40),  Abdul (18) Aziz (18) dan Ahmad (15). Sebagian lain dirawat diruang kela II dan Unit Gawat Darurat (UGD).

Tohari petugas RSUD Bob Bazar mengatakan pasien yang berdatangan sejak pagi hingga malam sudah belasan orang. “ Sudah belasan orang kami masih terus menangani pasien, dikhawatirkan jumlahnya kembali bertambah,” tandasnya. (ver)