Usai Pemilu, Proyek Imbas OTT Dikerjakan

288

WAYSULAN – Paket pekerjaan berupa pengadaan box culvert ruas Desa Karyamulyasari, Kecamatan Candipuro – Desa Pamulihan Kecamatan Way Sulan yang mangkrak akibat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2108 lalu dipastikan bakal dikerjakan tahun ini.

Kepastian itu disampaikan Kepala UPT Pekerjaan Umum (PU) Kecamatan Way Sulan Gembong Priono. Dikatakan, proyek tersebut tak lagi dikerjakan oleh kontraktor yang sama melainkan di tander ulang.

“ Tadinya kan mau dikerjakan tahun 2018, tetapi karena ada OTT akhirnya pengerjaannya terhenti. Tapi tahun ini paling tidak setelah Pemilu jalan kabupaten penghubung dua desa itu akan segera dibangun,” kata Gembong Priono kepada Radar Lamsel, Selasa (19/3).

Gembong memastikan seratus persen bahwasanya perbaikan infrastruktur milik kabupaten itu bakal direalisasikan secepatnya. Terlebih desakan warga yang meminta agar pemerintah memprioritaskan pembangunan jalan serta gorong-gorong yang ambruk pasca terjangan banjir tahun lalu.

“ Saya jamin seratus persen dikerjakan tahun ini. Soalnya kalau tidak dikerjakan mau kapan lagi? Warga juga sudah minta agar itu dijadikan prioritas karena memang akses penghubung antar kecamatan Way Sulan dan Candipuro,” paparnya.

Masih kata Gembong, nilai pengerjaan proyek tersebut tak jauh berbeda dengan yang ditetapkan sebalumnya yakni Rp 430.000.000,00-. Meski demikian pihaknya dipastikan baru akan mulai pengawasan pekerjaan setelah Pemilu selesai.

“ Nilai proyeknya ya nggak jauh beda dengan sebelumnya, bedanya hanya kontraktornya diganti bukan yang lama. Karena proyek itu di tender ulang,” ujar Gembong yang tengah sibuk mengawasi pengerjaan Jembatan Patriot Kalianda.

Sementara Kepala Desa Pamulihan Saparudin menuturkan warganya sudah sering mempertanyakan realisasi pembangunan infrastruktur tersebut.

“ Warga sudah nanya terus, soalnya dulu kan memang akan dibangun. Tapi terhenti karena kasus OTT, warga tak tahu mekanismenya karena mereka maunya cepat dibangun. Info yang kami terima tahun ini akan segera dibangun, sementara jembatan masih pakai batang kelapa,” ujarnya.

Pantauan Radar Lamsel akses penghubung dua kecamatan itu tampak hijau ditumbuhi rerumputan. Proyek senilai ratusan juta yang seharusnya dikerjakan pada tahun 2018 itu mangkrak akibat adanya OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Lamsel non aktif Zainudin Hasan. (ver)