Ushuluddin Gelar Bedah Buku ‘Bidadari Bermata Bening’

581
Randi Pratama – Pimpinan Pondok Pesantren Ushuluddin Dr. KH. A Rafiq Udin berfoto bersama Ust H. Habiburrahman Elshirazy, penulis novel Best Seller “Ketika Cinta Bertasbih” usai melakukan bedah buku terbarunya “Bidadari Bermata Bening” di pesantren setampat, Sabtu (11/12) lalu.

PENENGAHAN – Pimpinan dan santri Pondok Pesantren (Pontren) Terpadu Ushuluddin menggelar bedah buku “Bidadari Bermata Bening”, sebuah novel pembangunan jiwa karya novelis Indonesia, yaitu Ustadz H. Habiburrahman El Shirazy, Lc.Pg.D, di pondok pesantren di Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, Sabtu (11/11) lalu.

Maksud bedah buku yang dibuat dan ditulis oleh Ustadz Habiburrahman tersebut adalah melihat dan memahami isi dari tulisan didalam buku. Kemudian mengambil pembelajaran bagi seseorang yang membacanya.

Menurut Pimpinan Pontren Terpadu Ushuluddin Dr. KH. A Rafiq Udin, S.Ag.,Msi, ada beberapa pelajaran tentang kehidupan yang bisa diambil dari buku “Bidadari Bermata Bening” tersebut. Diantaranya, jika seseorang ingin sukses, maka ia harus bersungguh-sungguh dalam berbuat dan bekerja. “Serta istiqomah. Pelajaran yang lain adalah tentang keikhlasan dan kejujuran. Bahwa kita (manusia) harus ikhlas dan jujur dalam menjalani hidup,” kata Rafiq.

BACA :  BPJSTK Panwascam juga Disetop

Rafiq melanjutkan, bedah buku tersebut bertujuan agar para santri lebih termotivasi untuk terus berbuat dan berkarya. Sehingga, lanjutnya, kelak para santri akan dapat menghasilkan sesuatu prestasi seperti penulis buku ini.

Menjadi seseorang yang bisa bermanfaat dan sukses karena menulis novel, lanjut dia, juga bisa mengajak masyarakat untuk menumbuhkan minat baca yang diawali dari buku-buku yang menarik seperti novel. “Karena di Indonesia minat baca masih kurang dibandingkan dengan negara lain,” lanjutnya.

Diketahui, beberapa bulan terakhir Pontren Terpadu Ushuluddin sebelumnya pernah melakukan pembedahan terhadap beberapa buku, diantaranya buku Lost In Pesantren oleh Ustadz Saiful Bahri, MA dan buku Lepas Dari Lapas Hidup oleh KH. Adrian Mafatihulloh Karim, MA. “Kegiatan bedah buku ini akan kami lakukan secara rutin, tujuannya untuk memotivasi dan membentuk para santri agar menjadi seorang penulis yang sukses,” pungkasnya.

BACA :  BPJS TK Kalianda Optimalkan 'pelayanan' Lapak Asik

Ustadz Habiburrahman El Shirazy mendukung upaya yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin yang akan melakukan kegiatan bedah buku secara rutin. “Menurut saya pribadi ini langkah yang bagus untuk mengajari para santri agar lebih mengenal sebuah karya dan mengimplementasikannya kedalam kehidupan,” katanya. (rnd)