Varian Hama Serang Sawah Petani

393
Shofyan Apriyansyah – Petani Desa Sidomakmur, Kecamatan Waypanji, menunjukan tanaman padinya terserang hama, ulat batang, lembing, sundep dan wereng, diareal sawahnya, kemarin.

WAY PANJI –Areal persawahan di Kecamatan Waypanji mulai diserangan hama sundep, ulat batang, lembing dan wereng. Hama-hama tersebut terkenal sulit dikendalikan dan berpotensi merusak target pertanian.  

Sumarjo (50) Poktan Karyamakmur Dusun Solo I Desa Sidomakmur mengatakan, serangan hama terjadi dua minggu belakangan, setelah bibit padi ditanam di areal sawah miliknya.

“ Hama menyerang tanaman padi setelah bibit padi berumur 25 hari setelah ditanam,” kata Sumarjo kepada Radar Lamsel di areal sawahnya, Minggu (19/1).

Ia menjelaskan, namun serang hama kali ini berbeda. Pasalnya, tanaman padi bukan hanya terserang oleh satu jenis hama saja. Namun, diketahui setelah dilakukan pengamatan, hama yang menyerang tanam ada empat jenis.

“ Bukan hanya hama wereng. Namun hama lembing, ulat batang dan jamur juga menyerang tanaman padi di 1,4 hektar sawah saya dan petani sekitar,” jelas Sumarjo.

Sementara, menurut Ratno (55) petani Desa Sidoharjo, serangan hama ulat sebelumnya menyerang ratusan hektar tanaman jagung milik petani sekitar.

“ Tapi sekarang padi yang baru ditanam oleh saya juga terserang hama ulat. Petani sekitar beranggapan bahwa serangan hama ulat berasal dari tanaman jagung milik petani sekitar,” tutur Ratno.

Di katakannya, akibat serangan hama yang sulit dikendalikan itu. dirinya dan petani sekitar secara intens tiga hari sekali melakukan penyemprotan obat hama di tanaman padi mereka.

“ Normalnya, waktu penyemprotan hama memiliki rentan 7-10 hari waktu jeda sebelum dilakukan penyemprotan kembali. Tapi kini, petani terpaksa mengeluarkan kocek lebih dalam dengan melakukan pengendalian tiga hari sekali,” kata Ratno.

Ia berharap kepada instansi terkait untuk turun ke lapangan dan melakukan penyuluhan. Dengan demikian petani sekitar dapat terbantu dengan mengetahui formulasi yang tepat dalam upaya pengendalian hama.

“ Kami berharap kepada pemerintah untuk cek ke lokasi dan bertatap muka langsung kepada petani memberi penyuluhan. Agar kami petani tercerahkan dan serangan hama yang sulit dikendalikan ini dapat ditekan,” harap Ratno.

Senada dikatakan oleh Ketua Gapoktan Duta Tani Makmur Desa Bali Nuraga Wayan Yase, dimana dirinya saat ini sedang bergelut dengan serangan hama ulat grayak yang sulit dikendalikan, menyerang ratusan hektar areal ladang jagung miliknya dan anggota kelompoknya.

“ Berbagai upaya pengendalian sudah kami lakukan. Namun, belum membuahkan hasil signifikan,” ungkap Wayan Yase.

 Bila serangan hama ini tidak bisa dikendalikan maka hasil produksi dapat dipastikan tidak maksimal.

“ Ya jelas kami petani bisa merugi. Namun, saya menghimbau kepada petani untuk sigap melakukan penyemprotan obat hama di tanaman jagung dan padi supaya serangan hama bisa ditekan. Saya juga berharap kepada instansi terkait untuk mendengar keluhan petani di sini, ” imbuhnya.

Terpisah, Kepala UPT DTPHP Kecamatan Waypanji Kuncoro mengatakan, saat ini pihaknya bersama petugas POPT dan PPL sedang berupaya monitoring dan cek ke areal sawah dan ladang milik petani diwilyah Waypanji.

 “ Hasil monitoring sementara, setidaknya 600 hektar lahan jagung milik petani di Waypanji terserang ulat grayak dan sedang dilakukan pengendalian dengan penyemprotan secara serentak menggunakan obat hama,” kata Kuncoro.

Kemudian sambungnya, terkait hama menyerang tanaman padi para petani di Waypanji.

“ Kami akan turun melakukan pengamatan langsung di sawah milik petani. Agar dapat menetukan formulasi apa yang tepat untuk melakukan upaya pengendalian hama,” kata Kuncoro melalui via ponselnya, kemarin.

Untuk diketahui, data real lahan kering di Waypanji menurut data BPN mencapai 800 hektar dan data real tanaman padi mencapai 3455 hektar.(CW2)