Vertical Rescue Survey Sisa Jembatan Gantung

25
Rifky - Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) Provinsi Lampung meninjau lokasi jembatan gantung di Desa Sukanegara yang terputus akibat banjir, Senin (22/2).

TANJUNG BINTANG – Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) Provinsi Lampung melakukan survey pada jembatan gantung yang terputus pasca terjangan banjir sekitar empat tahun silam di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Senin (22/2) kemarin.

 

Jembatan gantung itu sendiri dibangun pada tahun 1977 dan membentang sepanjang 18 meter. Selain itu, jembatan gantung tersebut juga menghubungkan antara Dusun I dan Dusun II Desa sukanegara.

 

Dari hasil survey, Ketua Koordinator VRI Lampung, Ikun mengungkapkan jika jembatan tersebut memang amat layak untuk dibangun kembali. Sebab, jembatan itu kebetulan berada disisi wisata edukasi kampung kambing, Desa setempat.

 

“Kalau dari hasil survey kami, jembatan gantung itu memang sangat layak untuk dibangun kembali, karena sekarang Desa Sukanegara sudah memiliki wisata Kampung Kambing. Kebetulan, jembatan gantung itu menuju ke Kampung Kambing,” Ujarnya kepada Radar Lamsel.

BACA :  Vaksin Sasar Pelayan Publik Tanjungbintang

 

Cepat atau lambat rencananya jembatan itu akan tetap dibangun kembali melalui program expedisi 1000 jembatan gantung untuk  Indonesia. Meski begitu, saat ini belum diketahui seperti apa teknisnya jembatan tersebut dibangun.

 

“Belum tahu teknisnya karena kita akan melakukan survey juga untuk kebutuhan bahan baku pembuatan dan sebagainya. Untuk anggarannya nanti bisa dari swadaya masyarakat atau kolaborasi dengan perusahaan. Kebetulan hari ini pihak Coca-Cola juga ikut survey,” Pungkasnya.

BACA :  Vaksin Sasar Pelayan Publik Tanjungbintang

 

“Jembatan itu sudah tidak bisa diperbaiki lagi, bisa juga itu membangun baru disebelahnya. Kalau nanti ada perkembangan kita kasih kabar. Hari ini kami baru melakukan survey saja,” Imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Sukanegara, Heri Tamtomo menjelaskan, jembatan gantung itu awalnya merupakan akses pertanian masyarakat desa setempat. Keberadaannya, jauh sebelum adanya jembatan yang saat ini kerap digunakan oleh masyarakat sekitar.

 

“Kebetulan yang membangun ayah saya tahun 1977 yang sengaja dibuat sebagai akses pertanian. Awalnya jembatan gantung itu juga akses utama untuk menuju Desa Way Galih sebelum adanya jembatan permanen yang sekarang ini,” Tutupnya. (rif)