Wabah DBD Mulai Menyebar di Lamsel

365
Nyoman Subagio – Petugas PRI Kecamatan Ketapang melakukan fogging di rumah pasien yang terjangkit penyakit DBD, Kamis (31/1) kemarin.

PRI Ketapang Imbau Warga Lakukan PSN 3 M

KETAPANG – Sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Selatan mulai diserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebelumnya, penyakit mematikan yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Agepty ini mewabah di Kecamatan Tanjungbintang, Natar, Palas, Kalianda dan Kecamatan Penengahan.

Kini, penyakit DBD mulai mewabah di Kecamatan Ketapang. Selama bulan Januari 2019 ini, Puskesma Rawat Inap (PRI) Kecamatan Ketapang merawat enam pasien yang positif terjangkit penyakit DBD. Terbaru, kasus DBD ditemukan di Desa Sumbernadi atas nama pasien Wayan Eka (25). Pasien mendapat perawatan intensif di Puskesmas kebanggan masyarakat Kecamatan Ketapang, Kamis (31/1) kemarin.

Berdasarkan data di PRI Kecamatan Ketapang, kasus DBD mulai ditemukan di Desa Tamansari, Berundung, Sripendowo, Legundi dan Desa Sumbernadi.

Kepala PRI Kecamatan Ketapang Syamsu Rizal, SKM mengatakan, selama bulan Januari pihaknya sudah menemukan enam kasus penyakit DBD. Dengan rincian, Desa Tamansari satu kasus, Desa Berundung satu kasus, Sripendowo satu kasus, Legundi dua kasus dan terbaru di Desa Sumbernadi satu kasus.

BACA :  Melon Petani Ketapang Bikin Kagum Ketua Komisi II DPRD Lampung

“Kami sudah lakukan penyelidikan epidemiologi (PE), pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pembagian bubuk abate secara gratis kepada warga sekitar terjangkit DBD serta melakukan fogging diwilayah desa yang ada penderita DBD positif,” kata Rizal kepada Radar Lamsel, Kamis (31/1) kemarin.

Disinggung desa-desa mana saja yang rawan terjangkit penyakit DBD, Rizal mengungkapkan, seluruh desa di Kecamatan Ketapang rawan terjangkit penyakit mematikan tersebut dengan alasan pengaruh musim penghujan sangat dominan dalam perkembangan nyamuk Aedes Agepty sebagai penular penyakit DBD.

“Kasus terbaru ditemukan di Desa Sumbernadi. Pasien sedang dirawat intensif. Petugas kami langsung melakukan PE, PSN dan Fogging disekitar ditemukannya kasus DBD dengan radius 100 meter dari lokasi ditemukan kasus DBD,” kata Rizal.

Rizal menambahkan, untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Agepty, pihaknya mengajak kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dengan melakukan pola PSN 3 M (menguras, menutup dan menimbun) tempat-tempat yang bisa menampung air sebagai media perkembangbiakan nyamuk.

BACA :  Melon Petani Ketapang Bikin Kagum Ketua Komisi II DPRD Lampung

“Selain mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan PSN 3 M, kami juga turun langsung ke desa-desa melakukan penyuluhan keliling desa dengan menggunakan kendaraan Pusling Puskesmas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue DBD yang berpotensi terjadi saat musim hujan.

Selain mengimbau masyarakat, Dinkes juga telah mengingatkan kepada masing-masing Puskesmas untuk  tetap melakukan langkah-langkah antisipasi seperti memantau perkembangan kasus DBD diwilayah kerja masing-masing, serta mengecek persediaan logistik DBD seperti mesin fogging, larvasida dan insektisida.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit Menular Kristi Endarwati, mewakili Kepala Dinkes Lamsel Jimmy B. Hutapea mengatakan, untuk menanggulangi sekaligus pencegahan penularan penyakit, pihaknya telah mengintruksikan masing-masing puskesmas untuk menerapkan kegiatan sebelum musim penularan (SMP), seperti imbauan serta sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan penyakit menular, saat menghadapi cuaca  hujan seperti sekarang ini. (man)