Wakil Ketua DPRD Sentil Kinerja Aparat

89
Shofyan Apriyansyah – Selamet (60) pengusaha tempe korban Curas, warga Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, menceritakan kronologis peristiwa nahas yang dialaminya dikediamanya, Selasa (25/2).

SIDOMULYO – Wakil ketua I DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Agus Sartono menyoroti kurang maksimalnya kinerja aparatur desa dan jajaran satuan kepolisian Mapolsek Sidomulyo,  membuka peluang bagi kawanan komplotan kriminal beraksi di wilayah tersebut.

Agus Sartono merasa prihatin dan menilai, tindak kriminal yang belakangan sangat meresahkan warga di Sidomulyo itu, terjadi akibat kurang maksimalnya kinerja aparatur desa dan aparat kepolisan dalam melakukan patroli disetiap wilayah binaannya masing-masing.

“ Saya menilai, masih rendahnya kesadaran aparatur desa untuk ronda malam. Serta kurang maksimalnya patroli malam oleh pihak kepolisan setempat, membuka peluang bagi kawanan komplotan Curanmor dan Curas beraksi di wilayah Sidomulyo,” ungkap Agus Sartono saat dihubungi Radar Lamsel, Selasa (25/2).

Bagaiman tidak sambung dia, sebagai catatan yang perlu di koreksi dan di evaluasi adalah, peran aktif masyarakat menggiatkan ronda malam dipelosok dusun hanya bersifat sementara tidak berkesinambungan.

“ Dimana, warga giat ronda malam keliling kampung Cuma sesaat. Setelah ada kejadian baru warga dan aparatur desa aktif ronda. Setelahnya, kembali ronda malam tidak aktif lagi,” kata dia.

Melihat kondis itu kata anggota Legislator dari Fraksi PAN Lamsel itu, pihaknya akan melakukan langkah konkrit, dengan mendorong unsur desa dan kepolisan setempat, dalam meningkatakan keamanan ditengah masyarakat melalui ronda dan patroli malam setiap hari.

“ Melihat kondisi ini, saya akan berkoordinasi bersama kepolisian untuk mendorong agar petugas kepolisian harus meningkatkan patroli keliling desa dan membantu warga yang ronda,” ucap dia.

Dijelaskan, dengan adanya warga aktif ronda keliling desa dan petugas kepolisan patroli malam maka tindak kejahatan ditengah masyarakat dapat ditekan.

“ Dengan demikian, warga tidak khawatir lagi bila berhadapan dengan pelaku kejahatan yang membawa Senpi dalam menjalankan aksinya. Sebab, ada petugas kepolisan yang mendapingi warga,” cetus Agus Sartono.

Sementara, Sekdes Sidomulyo Samsuri mewakili Kades Misiran Sanjaya mengatakan, pihak desa sudah melakukan upaya maksimal dalam menggiatkan ronda malam.

Hanya saja keterbatasan kemampuan warga dalam mengambil tindakan saat berhadapan dengan kawanan perampok bersenpi menjadi kendala.

“ ronda malam kami sudah giatkan mas di setiap dusun. Namun pada saat kejadian perampokan di Dusun Purwodadi, warga tidak bisa berbuat apa-apa karena diancam menggnakan senpi oleh perampok. Demi alasan keselamatan, warga terpaksa mundur,” kata Samsuri.

Terpisah, Kapolsek Sidomulyo Iptu. Eddy Iskandar, S.Pd mengatakan, pihaknya saat ini sedang berupaya maksimal untuk mengungkap kasus perampokan tersebut.

“ Ya, saat ini pihak Polsek Sidomulyo sudah memasuki tahap lidik untuk mengungkap kasus perampokan di Dusun Purwodadi tersebut, ” ungkap Eddy Iskandar.

Disinggung terkait belum maksimalnya kinerja jajarannya dalam bertugas patroli malam kedesa-desa, dirinya mengatakan bahwa kekurangan personil dilapangan menjadi kendala yang tidak bisa ditampikan.

“ Saat ini cakupan tugas Polsek Sidomulyo meliputi dua Kecamatan yang wilayahnya cukup luas yakni,  Waypanji dan Sidomulyo. Dimana 20 personil yang saat ini ada, belum mampu maksimal mengacover ke seluruh wilayah,” jelas dia.

Namun demikian, pihaknya terus berupaya optimal dalam menjalankan tugas dan meminta peran aktif warga dalam membantu petugas kepolsian juga sangat diharapkan.

“ Kami berharap peran baktif warga juga sangat di butuhkan oleh petugas kepolisan. Bila di temui suatu persolan yang menganggu kondusifitas, diharap warga proaktif melaporkannya kepada Polsek Sidomulyo. Agar, persolan bisa ditanggulangi segera,” ujar Eddy Iskandar.

Sebagai catatan, belum lama warga dihantui oleh aksi komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Teranyar, kembali warga digegerkan dengan aksi komplotan kawan perampok sadis bersenjata api di kediaman pengusaha tempe di Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo, Kecamatan setempat pada Minggu (23/2) sekitar pukul 04.00 dini hari lalu. (CW2)