Wardani Pimpin PGRI Lamsel

140
Randi Pratama – Prosesi pelantikan pengurus baru PGRI Lampung Selatan periode 2019-2024 di aula SMAN 2 Kalianda, Kamis (23/1/2020).

KALIANDA – Drs. A. Wardani terpilih sebagai Ketua PGRI Lampung Selatan periode 2019-2024. Kursi nomor satu di organisasi guru ini diraihnya setelah memperoleh 109 suara dari 183 pemilih pada konferkab X PGRI Lampung Selatan yang digelar di aula SMAN 2 Kalianda, Kamis (23/1/2020). Selain ketua, pemilihan posisi wakil ketua dan sekretaris juga dilakukan. Wakil Ketua I Johansyah, S. Pd, Wakil Ketua II Marsudi, S. Pd, Sekretaris Edi Merizon, S. Pd.

Mereka dilantik langsung oleh Wakil Ketua PGRI Provinsi Lampung, Drs. Budi Raharjo, M.M. Pd. Pria yang akrab disapa Budi ini meminta pengurus baru mengondisikan jumlah anggota di kabupaten. Sebab, masih banyak anggota PGRI yang belum terhitung seluruhnya. Pengurus baru PGRI, kata Budi, harus solid terhadap organisasi. Tak kalah penting, Ia meminta PGRI bersinergi dengan pemerintah.

“Waktu kepemimpinan Yamin Daud, PGRI Lampung Selatan aktif dalam seluruh kegiatan. Dan kita harapkan yang sekarang ada peningkatan lebih dari sebelumnya. Minimal menyamai,” katanya kepada Radar Lamsel.

Sementara itu, Wardani berjanji akan membenahi pengurus ke tingkat pimpinan cabang (PC) PGRI. Ketua MKKS SMP Lamsel ini ingin membuktikan jika PGRI benar-benar bekerja. Serta memiliki semangat kerja dan kebersamaan. Menurutnya, organisasi akan besar jika berdampingan dengan pemerintah.

“PGRI akan mengakomodir semua profesi guru. Masalah ASN atau dia honor hanya masalah waktu. Tapi kita soroti kesejahteraannya,” katanya.

  1. Yamin Daud, S.Pd menyampaikan dukungannya kepada pengurus PGRI Lamsel yang baru. Menurutnya, tujuan utama organisasi guru ini adalah melindungi guru. Kemudian mewujudkan pendidikan yang bermutu di Indonesia karena PGRI menjunjung sikap profesional sebagai guru.
BACA :  Waspada Puncak Musim Hujan!

“Siapapun yang terpilih tetap bisa menjalankan amanah sebagaimana mestinya. Bukan hanya mencari popularitas,” katanya.

Selama ini, kata Yamin, PGRI telah menunjukkan hasil kerjanya dengan memperjuangkan hak guru. Diantaranya guru yang melaksanakan ibadah haji atau umroh tidak dipotong dana sertifikasinya. Kemudian isu yang paling hangat di kalangan guru saat ini yaitu masalah kesejahteraan guru honorer.

“Tolong diperhatikan, saya menilai pemerintah mampu. Tapi masalahnya mau atau tidak memperhatikan guru honor,” katanya.

Ketua Bidang Biro Organisasi PGRI Provinsi Lampung, Drs. Komarozzaman, M.M mengatakan guru memerlukan semangat yang tinggi. Ketua BMPS Lampung Selatan ini menilai kepemimpinan M. Yamin Daud dalam kepengurusan PGRI Lamsel berhasil. Dia meminta anggota yang tidak masuk dalam pengurus PGRI Lamsel jangan lesu. Tetapi harus berjuang bersama.

“Untuk 5 tahun yang akan datang dari sekarang penentuan PGRI Lamsel akan dibawa ke arah mana. Ganti pengurus cabang yang sudah tidak aktif, isi pengurus yang memiliki kompetensi, yang diakui keberadaannya oleh anggota,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Thomas Amirico, S. STP mengatakan PGRI harus terus menjaga komitmen yang bersifat independen. Menurut dia, konferensi merupakan kesempatan bagi seluruh anggota PGRI dalam organisasi. Yang memiliki fungsi untuk meningkatkan kompetensi karir dan pengabdian kepada masyarakat.

BACA :  Aktifkan Kader Jumantik Siasati DBD

“PGRI peduli dengan kemajuan dunia pendidikan. Serta mengakomodir kepentingan dunia pendidikan.
Jangan sampai wadah organisasi ini digunakan untuk kepentingan kelompok,” katanya.

Thomas mengapresiasi panitia sehingga bisa menjalankan konferensi dengan sukses. Pada kesempatan itu, Thomas menyebut bahwa pemerintah daerah sedang mencari cara untuk meningkatan pendapatan tunjangan untuk guru honor di satuan pendidikan SD dan SMP. Sedangkan PAUD baru tahun ini diberikan tunjangan.

“Kenaikan tunjangan akan diusahakan Pemkab Lamsel pada tahun mendatang. Saya yakin tahun depan akan naik kembali,” ujarnya.

Mantan orang nomor satu di Kesbangpol Lamsel ini menyebut tujuan PGRI sangat jelas. Apalagi di era digital seperti sekarang ini. Thomas mengatakan jika guru harus menyesuaikan diri dengan perkembangan. Thomas mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Lamsel memiliki sejumlah aspek dalam pengembangan dunia pendidikan. Diantaranya aspek kebijakan, aspek sekolah, aspek proses pembelajaran, dan aspek infrastruktur.

“Disdik mengeluarkan program yang bisa melakukan perubahan yang signifikan. Bapak Bupati (Nanang Ermanto) ingin Dinas Pendidikan dan PGRI bersinergi. Saling berkoordinasi dalam berbagai hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Keduanya harus saling menjaga agar meningkatkan harmonisasi,” katanya. (rnd)

BAGIKAN