Warga Cilamaya Ancam Blokir Jalan Tol

1125

BAKAUHENI – Polemik sengketa lahan di Dusun Cilamaya, Desa Bakauheni sepertinya bakal berkepanjangan. Pasalnya, hingga saat ini permintaan warga Dusun Cilamaya yang menginginkan pertemuan dengan Gatot Gondes belum terealisasikan.

Bahkan, warga yang berpolemik itu belum mengetahui kapan waktu yang pasti untuk pertemuan sesuai janji pemerintah desa belum lama ini. Meski warga yang berpolemik sudah menahan tanah milik Gatot Gondes sebagai jaminan, namun warga tetap ingin bertemu langsung dengan yang bersangkutan.

“Tanah yang kami tahan tidak akan menyelesaikan masalah. Untuk itu, kami meminta agar aparat desa bisa mempertemukan kami dengan Gatot Gondes,” ujar Suyono (43) kepada Radar Lamsel, kemarin.

BACA :  Ini Tahapan Sebelum Nanang Definitif

Tidak adanya kejelasan waktu pertemuan antara kedua belah pihak bisa menghambat jalannya pembangunan jalan tol trans sumatera yang melintasi lahan berseketa tersebut. Meski begitu, sampai saat ini warga Dusun Cilamaya masih sabar menunggu jawaban dari pihak Pemerintah Desa Bakauheni. “Walaupun belum ada pernyataan tentang pertemuan, kami mencoba sabar dan akan tetap menunggu agar pertemuan dengan Gatot Gondes cepat direalisasikan,” lanjutnya.

Suyono menambahkan, bila pertemuan warga dengan Gatot Gondes itu tidak juga mendapat kabar dalam waktu dekat, warga Cilamaya mengancam akan turun kelokasi pembangunan untuk melakukan pemblokiran pembangunan jalan tol yang masih berlangsung.

BACA :  Hamdalah, Lamsel Masih Nihil Corona

“Permintaan kami hanya ingin dipertemukan, itu saja. Tapi kalau itu tidak bisa dipenuhi, kemungkinan kami akan melakukan pemblokiran lagi,” katanya.

Terkait permintaan warga yang menginginkan pertemuan dengan Gatot Gondes itu, Radar Lamsel mencoba menghubungi Kepala Desa Bakuheni Sahroni. Namun yang bersangkutan tidak mengangkat telepon dan tidak membalas pesan singkat yang dikirimkan oleh Radar Lamsel. (rnd)