Warga Harapkan Jalan Penghubung Desa Segera Diperbaiki

252

PALAS – Masyarakat Desa Pematangbaru, Kecamatan Palas mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan segera melakukan perbaikan kerusakan jalan yang terdampak bajir luapan Sungai Way Pisang awal Desember lalu.

          Diketahui, banjir itu menyebabkan badan jalan yang menghubungkan desa Pematangbaru – Sukamulya mengalami kerusakan yang cukup parah.

          Hanafi (50), salah satu warga setempat mengatakan, sejak satu bulan lalu kerusakan badan jalan tersebut belum tersentuh perbaikan dari pemerintah. Padahal, kata dia, jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat sebagai jalan utama.

          “Sudah satu bulan, tapi belum tersentuh perbaikan serius dari pemerintah. Padahal kerusakannya lumayan parah, banyak aspal yang hanyut terbawa air,” kata Hanafi kepada Radar Lamsel, Kamis (3/1).

          Hanafi menerangkan, perbaikan hanya dilakukan oleh  pihak Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dan Pemerintah Desa Pematangbaru. “Pada saat perbaikan tanggul badan jalan yang jebol hanya ditimbun tanah oleh Balai Besar dan Desa Pematangbaru,” sambungnya.

          Kerusakan badan jalan tersebut juga dikeluhkan oleh Edi (40), meski masih bisa dilintasi kendaraan masyarakat. Namun kerusakan jalan tersebut cukup menyulitkan pengemudi truk pengangkut hasil kebun diwilayah setempat.

          “Yang mengalami kesulitan yaitu pengumudi truk, karena timbunannya rawan ambles, apalagi saat hujan. Harapan kami jalan ini segera diperbaiki oleh instansi terkait,” paparnya.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penguji Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Palas Reo Vahlevi menjelaskan, akibat banjir mengakibatkan aspal pada badan jalan mengalami keruskan sepanjang 100 meter.

          Selain itu banjir juga menjebol badan jalan sepanjang sekitar 10 meter. Menurutnya, perbaikan jalan tersebut hingga saat ini masih dalam proses pengusulan.

“Saat ini masih tahap pengusulan. Kemungkinan paling cepat akan diperbaiki pada akhir tahun ini, karena terbentur dengan tahap perencanaan yang membutuhkan waktu cukup lama,” tutupnya. (vid)