Warga Hentikan Mobilitas Kendaraan Proyek Tol

533
Randi Pratama – Salah seorang warga Dusun Sededer, Desa Banjarmasin menyampaikan keluhan saat musyawarah dihadapan Forkompimcam Penengahan yang digelar di aula kantor Kecamatan Penengahan, Senin (17/7) kemarin.

Keluhkan Jalan Rusak dan Jalan Berdebu

PENENGAHAN – Warga Dusun Sededer, Desa Banjarmasin mengeluhkan mobilitas kendaraan pengangkut material pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang melintasi dusun itu. Warga minta perbaikan jalan di Dusun Sededer yang rusak parah semenjak dilalui kendaraan-kendaraan besar. Selain itu, warga juga meminta kepada pekerja tol agar rutin melakukan penyiraman jalan yang berdebu.

Karena permintaan warga terkait penyiraman debu jalan tidak dilakukan, sejumlah warga dusun setempat menghentikan mobilitas kendaraan yang mengangkut meterial jalan tol sekitar pukul 08.00 WIB, kemarin.

Informasi itu langsung ditanggapi oleh pemerintah Kecamatan Penengahan dan aparat kepolisian serta TNI dengan menggelar musyawarah bersama warga. Musyawarah digelar di aula kantor Kecamatan Penengahan yang dihadiri Camat Penengahan Drs. Koharuddin, Kapolsek Penengahan AKP. Mulyadi Yakub, Danramil Penengahan Kapten. Sarjo dan aparat Desa Banjarmasin serta puluhan warga Dusun Sededer.

Dalam musyawarah itu, Harun (45) warga Dusun Sededer menyampaikan jika perbuatan yang dilakukan oleh warga setempat bukan bermaksud untuk menghalangi akses tetapi hanya meminta kepastian jadwal penyiraman jalan yang menimbulkan debu.

BACA :  Sepakat, Tiadakan Portal

Menurut Harun, warga di dusun itu merasa sangat terganggu dengan debu dijalan itu. Menurutnya, jika debu dijalan itu tidak cepat disiram dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan warga dusun setempat.

“Warga khawatir debu tersebut akan berdampak serius terhadap kesehatan terutama kesehatan anak-anak kami yang masih kecil,” kata Harun saat menyampaikan keluhan.

Warga, lanjut Harun, berani menjamin keamanan pengerjaan tol disekitar lingkungan dusun itu namun dengan syarat pihak pengerjaan proyek melakukan penyiraman jalan secara rutin. Selain itu memperbaiki jalan rusak karena dilalui kendaraan-kendaraan besar. “Intinya, kami juga ingin diperhatikan. Makanya kami minta penyiraman jalan berdebu itu harus rutin dilakukan,” katanya.

Camat Penengahan Drs. Koharuddin mengatakan, Pemerintah Kecamatan Penengahan diminta untuk mendata desa-desa yang dilalui  pembangunan tol. Bahkan, lanjut Koharuddin, Pemerintah Kabupaten Lamsel juga sudah meminta kepada pelaksana tol untuk membantu lingkungan sekitar desa yang dilalui.

“Pemerintah Kecamatan Penengahan mengharapkan proposal yang sudah diajukan dapat diterima oleh PT.PP agar dapat membantu desa. Kita sama-sama mendukung, kita juga harus melakukan hal yang bijak,” harapnya.

BACA :  Jaga Portal Pasar Inpres, Satpol PP Tunggu Instruksi

Kapolsek Penengahan AKP. Mulyadi Yakub menyarankan kepada pihak PT.PP untuk memperhatikan dan memasukan nama Desa Banjarmasin dalam program bantuan perusahaan atau Corporate Social Responsibilty (CSR). “Jalan di Dusun Sededer memang harus diperbaiki, tetapi kami minta warga juga harus bersabar,” jelas Mulyadi.

Humas PT.PP Yus Yusuf menerangkan, dalam hal ini PT.PP sebelumnya sudah menggelar memorandum of understanding (MoU) dengan Dinas PU dan PR Lamsel. Dalam perjanjian itu, setiap desa yang dilalui oleh pengerjaan tol akan diberikan bantuan oleh PT.PP.

“Jadi ini bukan mengabaikan, proposal sudah masuk. Besok saya akan rapat dengan asisten dan pihak PU dan PR. Saya akan sampaikan hal ini. Saya minta tolong kepada warga untuk tidak menghentikan pengerjaan pembangunan JTTS,” kata Yus Yusuf.

Kepala Desa Banjarmasin Umar Dani mengatakan, pihaknya akan menunggu proposal perbaikan jalan di Dusun Sededer yang sudah diajukan ke PT.PP. “Kami harap, itu (proposal) bisa direalisasikan,” harapnya. (rnd)