Warga Kalianda Serbu OPM 2016

753

KALIANDA – Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di Lapangan Cipta Karya Kalianda disambut antusias oleh masyarakat ibu kota Khagom Mufakat ini, Senin (13/6).
Ratusan masyarakat yang didominasi oleh kaum hawa ini memadati lokasi OPM, beberapa saat sebelum dibuka secara resmi oleh Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan.
Dalam arahannya Zainudin Hasan mengatakan, OPM ini digelar atas dasar wujud kecintaan pemerintah terhadap masyarakat. Mengingat, beberapa kebutuhan pokok yang harganya melambung saat memasuki Bulan Ramadhan 1437 Hijriah.
“Setidaknya, ada upaya pemerintah yang dilakukan untuk membantu masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan OPM yang digelar hari ini,”ujar Zainudin Hasan.
Putra kelahiran Desa Pisang, Kecamatan Penengahan ini mengaku senang akan antusias masyarakat yang rela mengantri dan berdesak-desakan dalam kegiatan tersebut.
“Walaupun pemerintah tidak bisa memuaskan masyarakat Kota Kalianda yang cukup banyak, tetapi paling tidak kita sudah berbuat. Masyarakat sepertinya tidak banyak menuntut, yang jelas ada sedikit upaya yang bisa diberikan,”imbuhnya.
Pihaknya juga berencana akan menggelar kegiatan OPM di seluruh kecamatan. Agar, tidak ada kecemburuan sosial masyarakat yang tidak didatangai OPM.
“Memang dijadwalkan baru beberapa kecamatan. Kalau memang memungkinkan, nanti bisa digelar diseluruh kecamatan. Karena kita bisa lihat sendiri harga yang dijual cukup murah dan berbeda dipasaran,”tutupnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Supriyanto menjelaskan, kegiatan OPM 2016 telah diatur dalam Perda nomor 9 tahun 2015 tentang APBD Lamsel tahun anggaran 2016. Serta, berdasarkan monitoring harga sembako dan barang penting lainnya yang mengalami peningkatan harga dipasaran.
Adapun maksud dan tujuan digelarnya OPM adalah untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dalam menghadapi Bulan Ramadhan 1437 Hijriah.
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran serta dan kerjasama Pemkab Lamsel dengan instansi terkait, UMKM binaan, perusahaan dan pelaku usaha kemitraan dalam rangka kepedulian sosial. Serta, untuk menggugah rasa kebanggaan kita dalam menggunakan produk lokal,”terang Supriyanto.
Lebih lanjut dia mengatakan, komoditi barang kebutuhan pokok yang dijajakan diantaranya adalah gula pasir dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram dengan harga pasaran Rp15.00 per kilogram, beras Rp7.500 dengan harga pasar Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp9.000 dari harga pasar Rp13.000 per kilogram.
“Lalu telur Rp19.500 dari harga Rp22.000 per kilogram, daging sapi Rp80 dari harga pasar Rp120 ribu per kilogram, bawang merah dan putih Rp30 ribu dari Rp35 ribu per kilogram dan masih banyak yang lainnya,”pungkasnya. (idh)

BACA :  Road Safety Partnership, Satlantas-Dishub Satu Suara