Warga Ketapang Dihebohkan Gadis Tewas Gantung Diri di Kamar

66

KETAPANG – Warga Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang dihebohkan dengan tewasnya Weriyeni Wiyanti, warga Dusun Taman 3 desa setempat, Sabtu (6/6/2020).

Gadis berusia 22 tahun itu ditemukan tewas gantung diri didalam kamarnya sekitar pukul 17.30 Wib. Adalah Ellison Saragih (55) orang tua korban yang menemukan pertama kali korban meninggal gantung diri dalam kamarnya dengan menggunakan tali nilon plastik yang diikatkan pada bagian atap rumah dalam kamar.

Atas perisitiwa itu, keluarga korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Penengahan.

Kanitreskrim Polsek Penengahan Iptu Sugianto, mendampingi Kapolsek Penengahan AKP Hendra Saputra membenarkan adanya kasus bunuh diri di Simpanglima, Dusun 3 Desa Ketapang. Korban tewas tergantung dengan seutas tali nilon yang dikaitkan dengan kayu kaso atap kamarnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan terdapat bekas tali pada leher korban dan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diperkirakan sudah meninggal 5 jam sebelumnya,” kata Iptu Sugiyanto kepada wartawan.

Dari dalam kamar gadis lulusan sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta jurusan Bahasa Inggris tersebut, tim Reskrim Polsek Penengahan mengamankan barang bukti berupa tali plastik Nilon warna abu abu sepanjang 4 meter.

“Dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan koban tewas murni bunuh diri. Karena itu, keluarga besar korban menolak jenazah korban diotopsi dan menyadari peristiwa ini murni bunuh diri, sehingga keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan untuk outopsi,” jelas Iptu Sugianto.

Gadis yang mengabdi sebagai tenaga pendidik di TK Saraswati Desa Ketapang itu pertama kali ditemukan tergantung oleh ayahnya Elison Saragih (58).

Saksi saat itu merasa curiga dengan anak pertamanya yang dari siang tidak keluar kamar. Ketika hendak masuk ke kamar korban, ternyata pintu terkunci dari dalam.

Lalu, Elson Saragih memanggil manggil anaknya itu untuk membuka pintu. Tak kunjung ada jawaban meski sudah lama dipanggil, sang ayah pun mendobrak pintu kamarnya.

Begitu pintu terbuka, betapa kaget pria itu melihat korban lehernya tergantung di kayu kaso atap kamar. Teriakan ayah korban membuat istri dan adik yang berada diluar rumah lari mendekati asal suara.

“Belum diketahui penyebabnya karena saat akan periksa ponsel korban terkunci dengan kata sandi (pasword),” kata Kanitreskrim Polsek Penengahan.

Sementara itu, Kepala Desa Ketapang Hamsin membenarkan kejadian itu. Namun sayang, dirinya belum mengetahui penyebab kematian secara tragis gadis malang itu. “Ketahuannya sore jelang magrib. Belum tau apa penyebab kematian gadis itu sampai mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dalam kamar,” (man)