Warga Minta Jogging Track Dirampungkan

904
Veridial – Proyek pembangunan jogging track di lapangan Sidorejo Kecamatan Sidomulyo telantar. Sudah sepekan terakhir tidak ada aktivitas pekerja dilapangan tersebut, Senin (23/1) kemarin.

SIDOMULYO – Proyek jogging track di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo belum juga tuntas. Sudah sepekan terakhir aktivitas pengerjaan lintasan lari kebanggaan masyarakat Sidomulyo itu tidak berjalan.

Pantauan Radar Lamsel proses pekerjaan proyek yang dilaksanakan PT. Dini Ayu Mandiri itu sudah mencapai hampir 60 persen. Belum jelas kapan pembangunan fasilitas publik itu dilanjutkan. Yang jelas pembangunan sarana infrastruktur itu kini jalan ditempat.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, pembangunan jogging track Sidomulyo sarat intervensi. Belakangan tersiar kabar bahwa mantan Camat Sidomulyo Samsul Juhari ikut-ikutan dalam proyek yang menelan anggaran nyaris Rp 1 Miliar itu.

Pola intervensi yang dilakukan yaitu meminta agar pihak rekanan menggunakan material yang diproduksi oleh warga Desa Sidorejo yang dikomando Kepala Desa (Kades) Tomi Yulianto.

Namun sayangnya material yang diproduksi tak sesuai spesifikasi kontrak. Hal ini yang menjadi temuan Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan dalam inspeksi mendadak (sidak) lalu membuatnya meradang. Belakangan baru diketahui pencopotan jabatan Samsul Juhari yang secara mendadak itu gara-gara hal ini.

BACA :  Cabup Lamsel Saling Melucuti Program

Tak hanya itu, karena masalah ini proyek jogging track terhambat. Pihak rekanan terpaksa harus membongkar ulang. Belakangan proses itu yang memicu proyek terkesan terlantar.

Kepala Desa Sidorejo Tomi Yulianto yang dikonfirmasi mengenai rencana memasok material paving block tersebut tak membantahnya. Menurut dia, pasokan material batal dilakukan lantaran tak sesuai spesifikasi.

“Setengah pekerjaan ditangani rekanan. Setengahnya lagi kami yang menangani, tapi proses tersebut terhenti karena pak Bupati menilai kualitas paving block tidak bagus,” ujar Tomy kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon kemarin sore.

Meski demikian warga setempat mengaku prihatin atas terhentinya proses pembangunan proyek jogging track yang digadang akan menjadi fasilitas olahraga warga Sidomulyo tersebut.

“Entah apa penyebab pembangunan terhenti, padahal pak Bupati sudah menegur dan mengawasi,” ketus Marzuki (50) salah seorang warga kepada Radar Lamsel, Senin (23/1) kemarin.

Hal senada juga dikatakan tokoh Nurhadi Ihsan (55) salah seorang tokoh masyarakat sekitar. Dirinya sangat menyayangkan jika proyek seniali hampir satu miliar itu harus mangkrak. Menurut dia, kritikan serta masukan dari masyarakat sepenuhnya untuk kualitas pembangunan yang maksimal. Warga berharap pembangunan yang berada di pusat Kecamatan itu kembali dilanjutkan.

BACA :  Hari Ini Hasil Rapid Tes Personel Polres Keluar

“Seharusnya jadi pelecut rekanan untuk segera menyelesaikan pembangunan lintasan lari itu, bukan malah melempem macam ini seolah terhenti, apa mungkin masyarakat disuruh jogging diatas trotoar?,” ujarnya melempar pertanyaan.

Ketua Lembaga Independent Pemantau Anggaran Negara (LIPAN) Yoc Sugiarto mengaku sudah menerima laporan dari warga terkait telantarnya pembangunan jogging track. “Ini menandakan rekanan yang tidak profesiaonal,” tegas Bang Yoc sapaan akrabnya.

Ditambahkannya, sebagai penanggungjawab pekerjaan rekanan wajib menyelesaikan tugas dan kewajibannya hingga tuntas karena, lanjut Bang Yoc, kalau terhenti masyarakat dan pemerintah yang dirugikan. “Tuntaskan dong, kalau telantar begini yang rugi ada dua kubu, masyarakat dan pemerintah,” tandasnya. (ver)