Warga Ogah Perbaiki Jembatan, Bisa Gunakan Anggaran Tanggap Darurat

695
Veridial – Gorong-gorong amblas diterjang banjir yang berada di Desa Beringinkencana hingga saat ini belum diperbaiki dan menyebabkan kendaraan roda empat harus mengambil jalur alternatif, Kamis (31) kemarin.

CANDIPURO – Gorong-gorong di Desa Beringinkencana Kecamatan Candipuro yang rusak akibat diterjang banjir hingga kemarin belum mendapat perbaikan.
Bahkan, warga Desa Beringinkencana sengaja membiarkan jembatan itu dalam kondisi rusak meski sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi jembatan itu.
Bagi kendaraan roda empat maupun truck jalan itu tak bisa dilalui. Alhasil mereka harus memutar melalui jalur alternatif di Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro yang hendak menuju Kabupaten Lampung Timur maupun sebaliknya.
Rahmat (35) warga Beringinkencana mengakui masyarakat tak mau memperbaiki jalan itu. Sikap itu dilakukan lantaran warga kesal jembatan tak pernah mendapat perhatian. “Memang sengaja kami biarkan. Supaya pemerintah itu melek. Melihat langsung kondisinya seperti apa. Sudah bertahun-tahun kami usulkan tapi tak ditanggapi,” ungkap Rahmad kepada Radar Lamsel, kemarin.
Menurut Rahmat, kalaupun akan diperbaiki, jembatan itu akan diberi pohon kelapa. “Jika perbaikan hanya dengan batang kelapa lebih baik tak usah,” ujarnya.
Senada yang dikatakan Rizal (25). Pengendara roda empat asal Sidomulyo yang hendak menuju Kecamatan Jabung, Lamtim ini mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku kesal karena harus berbalik arah akibat keadaan gorong-gorong yang tidak bisa dilintasi mobil. “Mau tidak mau, terpaksa balik arah,” ujarnya kesal.
Menurut dia, kendaraan roda empat tak bisa melintas. “Jangankan mobil truk mobil pribadi pun tak akan bisa melewati jalur tersebut,” ungkap dia.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Lampung H. Antoni Imam, S.E mengungkapkan, pihaknya telah mendesak Pemprov Lampung untuk segera memperbaiki jalan itu. Menurut dia, kerusakan jembatan yang diakibatkan banjir bisa secepatnya dilakukan mengingat kejadian itu masuk dalam kejadian kahar (force majeure).
“Saya rasa harusnya bisa diperbaiki. Karena ini kejadian kahar. Bisa menggunakan anggaran tanggap bencana,” ungkap Antoni Imam kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon tadi malam.
Antoni juga mengaku telah meninjau jembatan itu. Dari hasil peninjauan ia mengakui kondisi jembatan butuh secepatnya perbaikan. “Memang harus cepat diperbaiki. Ini jalur provinsi yang menghubungkan kabupaten Lamsel dan Lamtim,” ungkap dia. (Cw3/edw)

BACA :  BPJS TK Kalianda Optimalkan 'pelayanan' Lapak Asik