Warga Sesalkan Konsep Pembangunan Tugu Pengantin

339
Foto Idrus - Beginilah kondisi saluran irigasi yang meluap akibat banyak ya sampah yang tersumbat digorong-gorong sekitar Tugu Pengantin.

GEDONGTATAAN – Warga Dusun Induk Gedongtataan, Desa Gedongtataan sesalkan konsep pembangunan disekitar Tugu Pengantin. Pasalnya, selain tidak terdapat drainase pembuangan air, lubang kontrol saluran irigasi yang sebelumnya ada justru sekarang telah ditutup sehingga menyebabkan sampah tersumbat dan banjir menggenangi sekitar 10 rumah diwilayah itu.

“Sebelum lubang kontrol yang ada di dekat Pos Polisi itu ditutup, warga disekitar Tugu Pengantin ini tidak pernah kebanjiran. Tapi karena sekarang ditutup, warga sudah sulit untuk membersihkan sampahnya, karena gorong-gorong yang berada dibawah jalan tersebut panjangnya sekitar 20 meter, jadi tidak terlihat disebelah mana yang tersumbat,” ujar Ketua Karang Taruna Desa Gedongtataan, Bastian, Selasa (23/4) lalu.

BACA :  Bupati Dendi : Dana Desa Bisa Dianggarkan Untuk Penanggulangan Corona !

Selain tersumbatnya saluran irigasi, lanjut Bastian, disekitar Tugu Pengantin juga diakuinya tidak terdapat drainase pembungan air. Sehingga, ketika musim penghujan datang, jalan beton yang dilalui oleh pengguna jalan dari arah Bandar Lampung menuju arah Kedondong selalu tergenang dengan air. “Jangankan hujan lama, sebantar saja jalan disekitar Tugu Pengantin itu sudah digenangi air. Bahkan pernah ada kendaraan roda dua yang mogok jika lewat jalan itu,” imbuhnya.

BACA :  Pasar Gedongtataan Jadi Pilot Project Pasar Higienis

Bahkan pihaknya tidak hanya menyesalkan konsep pembangunan Tugu Pengantin yang terkesan asal jadi saja, namun upaya instansi terkait untuk membersihkan sampah disepanjang aliran irigasi hingga saat ini pun belum terlihat. “Setahu saya belum pernah ada petugas kebersihan yang datang, apalagi mengangkut sampah disepanjang saluran irigasi ini. Bahkan saat terjadi banjir seperti ini saja petugas kebersihan juga belum kelihatan,” tandasnya. (Rus)