Warga Sragi Dimakamkan Pakai Protokol Covid-19

313
Ist.Radarlamsel - Tim satgas pencegahan Covid-19 melaksanakan pemakaman HR, warga Dusun Bunut Utara, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi,Sabtu (9/5).

SRAGI – HR (30) warga Dusun Bunut Utara, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi yang meninggal di Jakarta, dimakamkan sesuai protokol kesehatan oleh satgas Covid-19 desa setempat, Sabtu (9/5).

Berdasarkan informasi, HR meninggal di rumah majikannya di wilayah Jakarta pada Sabtu dini hari. Pemuda tersebut ditemukan tidak bernyawa di kamar tidurnya oleh rekan kerja ketika jam sahur.

Sekretaris Desa Bandar Agung Asikin mengatakan, meski kematian warganya itu bukan disebabkan oleh Covid-19. Namun pemulangan jenazah HR mengikuti prosedur protokol kesehatan Covid-19.

“Meski begitu, untuk menghindari kekhawatiran warga akan adanya Covid-19 pemulangan jenazah hingga pemakaman dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujar Asikin memberikan keterangan kepada Radar Lamsel.

Asikin menjelaskan, berdasar rekam medis yang diterima oleh pemerintah desa,HR yang bekerja sebagai penjaga rumah meninggal disebabkan oleh serangan jantung.

BACA :  Pembangunan Fisik DD ’Pending’

Sebelumnya, sambung Askin, pemulangan jenazah HR sempat membuat masyarakat Desa Bandar khwatir lantaran Jakarta merupakan episentrun Covid-19. Namun setelah adanya keterangan medis tersebut, akhirnya pemulangan jenazah HR diterima warga tanpa adanya kecurigaan terkait Covid-19.

“Meninggalnya mendadak. Bukan karena Covid-19, tapi karena serangan jantung. HR ditemukan meninggal pada saat jam sahur oleh rekan kerjanya. Masyarakat juga sempat resah, tapi setelah kita beri pemahaman akhirnya bisa menerima,” tuturnya.

BACA :  Lahan Persawahan Sragi Tersisa 2.273 Hektar

Hal tersebut dibenarkan oleh Plt. Camat Sragi Hipni. Berdasarkan keterangan medis yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Jakarta kematian HR disebabkan oleh serangan jantung.

Walau HR telah dinyatatan negatif Covid-19, namun Hipni mengatakan proses pemakaman di lakukan dengan mengikuti protokol kesehatan, dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Bukan karena Covid. Pemulangan hingga pemakaman mengikuti protokol kesehatan tidak disemayamkan di rumah duka, jenazah langsung di bawa ke pemakaman, jumlah pelayat juga dibatasi. Saat masyarakat desa Bandar Agung juga sudah resah atau khawatir karena Covid-19,” terangnya. (vid)