Warga Swadaya Perbaiki Jalan

89
Kemas Yogi - Sejumlah warga Desa Rulung Mulya saat bergotong royong memperbaiki jalan yang menjadi akses utama menuju desa tersebut, Rabu (4/12).

NATAR – Desa Rulung Mulya Kecamatan Natar, salah satu diantara desa yang merasa terpinggirkan. Sebab, akses jalan yang sulit menuju desa hasil pemekaran dari Rulung Helok itu memang telah menjadi rahasia umum, penduduk disana sudah lumrah terhadap ketidak merataan pembangunan itu.

Menyikapi hal itu, Kepala Desa Rulung Mulya Irawan mengaku telah berkali-kali berupaya mengusulkan pembangunan jalan dan jembatan didesanya, tetapi mungkin Pemkab Lamsel belum memprioritaskan desanya. “Kami setiap tahun pasti usulkan ke Pemkab Lamsel, tetapi memang belum dapat bagian,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kondisi itulah yang akhirnya melatarbelakangi pihaknya dan warga berswadaya untuk memperbaiki jalan dan jembatan meskipun seadanya. “Warga berinisiatif untuk memperbaiki jalan dengan sawadana dan swadaya,” ucap dia.

BACA :  Hewan Peliharaan Berkaki Empat Terancam Sanksi

Irawan mengatakan, selain jalan kerusakan jembatan yang tidak bisa dianggarkan dalam APBDes tersebut sejatinya merupakan tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel. “Tetapi masyarakat menyadari jika lokasi yang pelosok mungkin belum sempat menjadi prioritas, sehingga tidak terlalu mendesak Pemkab Lamsel untuk membangun,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa tahun yang lalu pihak Dinas PU Lamsel sempat mensurvei lokasi jembatan yang sangat miris tersebut. “Memang sempat disurvei, tetapi belum juga diperbaiki, sementara kegunannya sangat urgen,” tuturnya.

BACA :  Seluruh Fasum Disemprot Disinfektan

Irawan menambahkan, jembatan yang menghubungkan desanya ke Desa Sumber Agung, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur itu merupakan akses satu-satunya yang digunakan masyarakat. “Aksesnya memang sangat vital, sehingga masyarakat inisiatif untuk gotong royong,” katanya.

Ia menjelaskan, kebersamaan dan keguyuban warganya memang masih sangat kuat. “Meski banyak memang yang mengeluh, baik jalan maupun jembatan di desa kami rusak semua tetapi kebersamaan tetap tampak,” pungkasnya. (Kms)