Warga Tetaan dan Karangsari Keluhkan Bau Kotoran Ternak

462

Sumber Bau Kotoran dari PT. CAP

PENENGAHAN – Warga Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan mengeluhkan bau kotoran hewan yang berasal dari perusahaan ternak ayam yang terletak di perbatasan antara Desa Tetaan dan Desa Karang Sari, Kecamatan Ketapang. Keluhan warga ini cukup beralasan, sebab bau kotoran dari perusahaan ternak itu memang menyengat.

Selain masalah bau, lalat yang berasal dari perusahaan itu juga membuat warga semakin tak nyaman. Pasalnya, lalat-lalat tersebut sering menghinggapi rumah-rumah di sekitar lingkungan perusahaan. Khususnya lingkungan Desa Karang Sari, Kecamatan Ketapang yang berbatasan tepat dengan lokasi perusahaan itu.

“Kalau lalat itu timbulnya pas musim produksi, banyak bener. Lalatnya nyerang ke lingkungan sini,” kata Lili (32), warga Desa Karang Sari kepada Radar Lamsel, Kamis (6/12).

BACA :  Bocah Pengidap Ginjal Bocor Disambangi Forkopimcam

Fahri (26), warga Desa Tetaan mengatakan, saat musim produksi bukan hanya serangan lalat saja yang meningkat. Bau busuk kotoran juga bisa menyerang lingkungan warga Desa Tetaan meski jaraknya cukup jauh dari perusahaan itu.

“Apalagi anginnya kencang, baunya bisa sampai sini. Kadang lalat juga sampai sini, kalau dibilang mengeluh ya kami pasti mengeluh. Kan enggak tenang,” katanya.

Selain dua masalah tersebut, perusahaan ternak ayam yang bernama PT. Central Avian Pertiwi (CAP) itu juga tak lagi bersumbangsih kepada warga. Dulu, perusahaan itu rutin memberikan uang kas kepada para pemuda Desa Tetaan melalui Karang Taruna.

Sekarang, kondisi itu berbanding terbalik dengan keadaan yang dulu. Dia mengatakan, bahwa perusahaan tidak pernah lagi memperhatikan warga setempat. “Dulu ada, biasanya sebulan ngasih Rp200 ribu. Sekarang dana itu sudah tidak ada lagi,” katanya.

BACA :  PPAH Jadi Wadah Petani

Meski PT. CAP berada di perbatasan Desa Tetaan dan Karang Sari, namun wilayah administrasinya masuk ke Desa Penengahan. Radar Lamsel mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Sekretaris Desa Penengahan, Firdaus.

“Iya, (perusahaan) itu masuk Desa Penengahan, bukan Tetaan,” kata Firdaus.

Mengenai keluhan warga Desa Tetaan dan Karang Sari soal bau busuk dari perusahaan itu, Firdaus mengatakan persoalan itu harus dikoordinasikan agar menemukan solusi yang tepat. Karena, kata dia, perusahaan itu banyak menyerap tenaga kerja dari desa sekitar.

“Bisa dikoordinasikan dengan pihak desa dan perusahaan untuk mencari solusi,” katanya. (rnd)