Warga Trimomukti Kecele Jalan Gagal Dibangun

84
Shofyan Apriyansyah – Seorang tokoh masyarakat Desa Trimomukti, Kecamatamn Candipuro, Kiyai Haru Santoso, menunjukan lokasi jalan di Dusun IV, yang gagal direalisasikan peningkatan jalan oleh Pemkab Lamsel di tahun ini, Kamis (13/2).

CANDIPURO – Masyarakat Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro kecele. Penyebabnya usulan peningkatan jalan penghubung antar Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro dan Desa Bumiasih, Kecamatan Palas tidak masuk kedalam wacana kegiatan pembangunan daerah pada tahun ini oleh Pemkab Lamsel.

Padahal sebelumnya, pada Jumat 21 November tahun 2019 lalu, Pemkab Lamsel yang diwakili oleh petugas unit pelaksana teknis pekerjaan umum Kecamatan setempat bersama pihak konsultan, sudah melakukan inventarisir bahkan mengukur jalan tersebut.

Kepala Desa Trimomukti Matius Sutrisno mengatakan, pihaknya mewakili warga desa merasa kecewa, terkait batalnya realisasi pembangunan dan peningkatan jalan di Dusun IV oleh Pemkab Lamsel di tahun ini.

“ Saya mewakili masyarakat desa tentunya kecewa, terkait gagalnya realisasi peningkatan jalan penghubung antar Desa Trimomukti di Dusun IV yang menghubungkan Desa Bumiasih, Kecamatan Palas tidak masuk dalam RKP Pemkab Lamsel di tahun ini,” ungkap Matius Sutrisno kepada Radar Lamsel di kantornya, Kamis (13/2).

Dikatakan, sebelumnya pemerintah pada bulan November tahun 2019 lalu, melalui petugas UPT PU Kecamatan Candipuro dan pihak konsultan, sudah melakukan inventarisir dan mengukur jalan itu untuk dimasukan kedalam RKPD di tahun 2020.

BACA :  Woro-woro Trimomukti Edukasi Covid-19

“ Pihak konsultan dan petugas UPT PU kala itu menginformasikan bahwa jalan tersebut akan dibangun pada tahun 2020. Bahkan, nominal anggaran pun sudah diketahui dan tercantum,” ucap Sutrisno sapaan akrabnya.

Meski begitu, pihaknya bila dimungkinkan akan menghadap langsung kepada Plt. Bupati Lampung Selataan, Nanang Ermanto, untuk mempertanyakan prihal persolan tersebut.

“ Bila dimungkinkan kami bersama para tokoh desa akan beraudiensi kepada Plt.Bupati Lamsel, Nanang Ermanto untuk mempertanyakan informasi terkait kejelasan gagalnya realisasi peningkatan jalan penghubung didesa kami ini,” ujarnya.

Rasa kekecewaan yang sama pun di ungkapkan oleh salah seorang tokoh masyarakat setempat Kiyai Heru Santoso. Dijelaksannya, keberadaan jalan penghubung antar desa itu  merupakan kebutuhan utama bagi para petani sekitar dan bagi warga pengguna jalan lainya.

Sebab, selain berfungsi sebagai akses jalan penghubung antar desa juga sebagai sarana penunjang aktifitas pertanian warga setempat.

BACA :  Wereng Coklat Picu Dinas Turun Tangan

“ Jalan ini puluhan tahun lalu sampai hari ini belum pernah tersentuh pembangunan atau peningkatan jalan, padahal keberadaannya sangat vital bagi petani sekitar dan pengguna jalan dari luar desa,” tutur Kiyai Heru Santoso.

Mendengar akan diperbaiki oleh pemerintah, pihaknya serta masyarakat sekitar merasa senang. Ungkapan kegembiraan, warga desa secara swadaya melakukan pengurukan dan pelebaran jalan menggunakan jasa mesin ekskavator.

“ Sayang, angin segar yang dijanjikan oleh Pemkab Lamsel urung terlaksana. Kami tentunya kecewa megetahui gagalnya realisasi pembangunan dan peningkatan jalan ini,” kata sepuh desa itu.

Ia berharap bila diperkenankan adanya penjelasan dari Pemkab Lamsel terkait persolan tersebut.

“ Jika dimungkinkan dilakukannya audiensi antara pihak masyarakat desa dan Pemkab Lamsel kami siap. Agar masyarakat tercerahkan dan tidak menimbulkan isu yang tidak sedap ditengah masyarakat,” pinta Pimpinan salah satu Pompes di Candipuro itu.(CW2)