Warga Tuntut PT. SMAL Berhenti Beroperasi

938
Randi Pratama – Kepala Desa Sukabaru Sopian Yakub tengah melakukan mediasi bersama warga terkait permasalahan penggunaan bahan yang dilakukan PT. SMAL, kemarin.

Pakai Peledak Berkekuatan Tinggi, Rumah Warga Retak

PENENGAHAN – Warga Dusun Buring, Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan mengeluhkan aktivitas PT. Sumber Makmur Alam Lampung (SMAL) didesanya.

Pasalnya, perusahaan yang bergerak bidang produksi batu split itu dinilai berlebihan dalam menjalankan aktivitas memecah batu dengan bahan peledak berkekuatan tinggi. Puluhan warga mendatangi perusahaan PT. SMAL untuk meminta perusahaan itu mengurangi aktivitasnya dengan menggunakan bahan peledak dengan kekuatan tinggi. Warga menilai, akibat dari penggunaan bahan peledak itu, banyak rumah warga yang mengalami retak dan mengganggu kenyamanan warga.

Informasinya, maksud warga Dusun Buring mendatangi pihak perusahaan yang bergerak di produksi batu itu untuk meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan. Selain itu, warga juga meminta pihak perusahaan untuk tidak menggunakan bahan peledak berkekuatan tinggi.

BACA :  PPK-PPS Nonaktif, Nasib Pilkada Tunggu Arahan!

“Perusahaan tidak boleh menggunakan bahan peledak dengan daya yang besar. Terus terang, kami merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi itu. Rumah kami juga banyak yang retak,” kata Surodi (48) warga setempat.

Lebih lanjut Surodi mengatakan, maksud lain kedatangan warga yaitu ingin menagih janji kepada pihak PT. SMAL untuk tidak menggunakan bahan peledak dengan daya yang besar. “Sampai saat ini, perusahaan itu masih menggunakan bahan peledak yang besar,” katanya.

Kepala Desa Sukabaru Sopian Yakub menerangkan, kedatangan warga itu merupakan kali ketiga. Pertama, warga juga mendatangi PT. SMAL yang pada waktu itu menggunakan bahan peledak hingga membuat rumah warga retak. Pada saat itu pihak perusahaan bersedia menerima warga dan melakukan mediasi.

Kedatangan warga kedua kalinya masih berkaitan dengan masalah yang sama. PT. SMAL masih menggunakan bahan peledak berdaya tinggi. Sehingga, membuat warga kesal dan meminta ganti rugi. Warga juga meminta perusahaan yang bergerak diproduksi batu itu untuk tidak menggunakan bahan peledak berkekuatan tinggi.

BACA :  Begini Cara Klaim JHT Online

“Nah, ini yang ketiga. Masalahanya sama, karena bahan peledak,” kata Sopian.

Sopian melanjutkan, kedatangan warga kali ini benar-benar meminta PT. SMAL agar menghentikan aktivitasnya jika masih menggunakan bahan peledak. Sebab, bahan peledak yang digunakan perusahaan sudah benar-benar mengganggu kenyamanan warga. “Warga menuntut agar PT. SMAL untuk berhenti beroperasi jika masih menggunakan bahan peledak,” katanya.

Sementara itu, saat ingin dikonfirmasi mengenai permasalahan itu, Humas PT. SMAL Pardi terkesan mengelak. “Bukan, bukan itu masalahnya,” singkatnya dengan menutup telepon. (rnd)